Berita Nasional Terkini

Singgung Tukang Bakso dan Papua, Rocky Gerung: Megawati Kurang Paham Empati pada Rakyat Kecil

Rocky Gerung menganggap bahwa Megawati Soekarnoputri kurang paham empati terhadap rakyat kecil

YouTube Indonesia Lawyers Club/KOMPASTV
Rocky Gerung beri tanggapan terkait pernyataan Megawati Soekarnoputri terkait tukang bakso dan orang Papua pada Rakernas PDIP. 

TRIBUNKALTIM.CO - Rocky Gerung menganggap bahwa Megawati Soekarnoputri kurang paham empati terhadap rakyat kecil.

Ini berdasarkan pernyataan Megawati Soekarnoputri pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) beberapa hari yang lalu.

Di mana pada Rakernas tersebut, Ketua Umum PDIP itu berbicara soal pembauran dan menyelipkan candaan tentang fisik tukang bakso serta menyinggung soal kulit orang Papua.

Menurut Megawati, ia pernah berpesan pada anaknya-anaknya untuk tidak sembarangan mencari pasangan seperti tukang bakso.

"Awas loh, kalau nyarinya kayak tukang bakso," ucap Megawati di acara Rakernas PDIP.

Baca juga: Megawati Soekarnoputri Khawatir Masa Depan Indonesia Jika Dirinya Meninggal Dunia: Terus Piye Yo?

Sontak, Puan Maharani beserta Presiden Jokowi yang turut hadir dalam ruangan itu tertawa atas peryataan yang disampaiakan Megawati.

Lantaran statemen ini menjadi viral, Rocky Gerung mengaku bahwa dalam sebuah analisis terdapat pola yang menggambarkan bahwa Megawati kurang paham yang disebut empati pada rakyat kecil.

"Bahwa bu Mega adalah pemimpin wong cilik yaitu, simbol perlawanan yang dari zaman orde baru justru kita jagokan dari Bu Mega. Tapi setelah itu, Bu Mega jadi elitis dan memberikan sinyalir yang kurang tepat sebetulnya tuh dalam menyapa wong cilik," kata Rocky Gerung dikutip dari akun YouTube pribadinya, Jumat (24/6/2022).

"Kan tukang bakso tetap merasa 'kok didiskriminasikan' lalu diundanglah itu namanya dikasi gula-gula setelah dapat pil pahit, kan begitu kan," tambah Rocky Gerung.

Baca juga: Vlog Puan Jadi Sorotan karena Jokowi Duduk di Hadapan Megawati, Rocky Gerung: di Atas Raja, Ada Ratu

Dengan begitu, Rocky Gerung berpendapat bahwa seharusnya hal seperti itu diwaspadai karena bangsa Indonesia sangat peka dengan soal-soal kesenjangan ekonomi dan rasialisme.

Soal orang Papua yang juga sempat dibahas Megawati pada Rakernas tersebut, Rocky Gerung menyatakan ia tidak bermaksud untuk membongkar suatu peristiwa.

Tapi hanya sekedar mengingatkan bahwa Bung Karno atau Soekarno mengajarkan kebangsaan dan kesamarataan.

"Dan nggak ada sinyal sedikit pun di situ tentang racialism atau pelecehan profesi itu. Nanti orang 'Kok FNN bongkar lagi' karena masih viral banyak dan orang kadangkala lupa konteksnya, maka kita kasih konteks akademis" ucap Rocky Gerung.

Simak video selengkapnya:

(TribunKaltim.co/Justina)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved