Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Indonesia Butuh Investasi Transisi Energi, Presiden Jokowi: Buka Peluang Lapangan Kerja Baru

Isu perubahan iklim telah menjadi pusat perbincangan masyarakat dunia. Hal inilah yang kemudian dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo

Editor: Budi Susilo
Capture Youtube Sekretariat Presiden
Presiden AS Joe Biden ketika memeluk Presiden Joko Widodo saat sesi foto bersama di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Schloss Elmau, Jerman, Senin (27/6/2022). Presiden Jokowi sampaikan soal ekonomi berbasis energi bersih. Indonesia butuh investasi transisi enegri yang ramah lingkungan. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Isu perubahan iklim telah menjadi pusat perbincangan masyarakat dunia. Hal inilah yang kemudian dilontarkan oleh Presiden Joko Widodo dalam Konferensi Tingkat Tinggi G7. 

Planet bumi yang dihuni seperti mahkluk manusia semakin kritis, akibat dari pola hidup yang tidak ramah lingkungan

Tentu saja, mengalami perubahan iklim yang kemudian merugikan banyak pihak, seakan diibaratkan bumi sedang sakit.

Suhu semakin panas, gunung-gunung es mulai mencair, banjir terjadi di berbagai tempat, udara kotor tidak layak untuk dihirup. 

Baca juga: Dukung Energi Bersih, PT MHU Teken Kontrak Pembelian Layanan Renewable Energy Certificate PLN

Baca juga: Kemitraan Perubahan Iklim Indonesia dan Australia Dorong Peningkatan Investasi Energi Bersih Baru

Baca juga: Perubahan Iklim Pacu Peningkatan Suhu, Dunia Usaha Dituntut Kendalikan Emisi Gas pada 2040

Perlu terobosan aktivitas atau kegiatan ekonomi yang berbasis pada kelestarian alam, tidak merusak lingkungan hidup. 

Investasi energi bersih menjadi salah satu poin yang di bawa Presiden Joko Widodo ( Jokowi) diundang menghadiri KTT G7 and Partner Countries yang diselenggarakan di Elmau, Jerman, 26-27 Juni 2022

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengatakan Presiden Joko Widodo ( Jokowi) mengajak negara G7 untuk berkontribusi dalam memanfaatkan investasi di sektor energi bersih di Indonesia.

Termasuk pengembangan ekosistem mobil listrik dan baterai lithium.

"Bapak Presiden mengajak negara G7 untuk berkontribusi dalam memanfaatkan peluang ini, terutama peluang investasi di sektor energi bersih di Indonesia," kata Retno saat memberikan keterang pers terkait kunjungan Presiden Jokowi ke Jerman, Ukraina, dan Rusia, Selasa (28/6/2022).

Baca juga: Rekam Jejak Darmawan Prasodjo, Ahli Perubahan Iklim dan EBT yang Kini Jadi Direltur Utama PLN

Retno berujar, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia memerlukan investasi besar dan teknologi rendah karbon guna mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved