Berkat CSR PKT, Asma Sukses Kembangkan Bisnis Ma’rifah Herbal hingga Menembus Pasar Nasional

Produk bisnis rumahan 'Herbal Ma’rifah' milik Asma kini telah sukses menembus pasar nasional. Dia merupakan kelompok mitra binaan Pupuk Kaltim,

Penulis: Ismail Usman | Editor: Diah Anggraeni
Tribunkaltim.co/Ismail Usman
Asma, pemilik Ma'rifah Herbal saat berada di tempat usahanya Jalan Martadhinata, Gang Mushala Al Yaqin RT 11, Kelurahan Loktuan. Produk bisnis rumahan Asma kini telah sukses menembus pasar nasional. 

TRIBUNKALTIM.CO - Jerih payah Asma lima tahun terakhir dalam menekuni bisnis herbal di Bontang, kini berbuah manis.

Produk bisnis rumahan wanita kelahiran Patobong, Sulawesi Selatan, itu telah sukses menembus pasar nasional.

Dari 14 jenis produk milik Herbal Ma’rifah, 3 di antaranya telah dipasarkan ke 30 kota di Indonesia.

Ketiga jenis produk itu merupakan produk unggulan Ma’rifah Herbal yang memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yakni minyak urut, hair care, dan minyak kemiri.

Tidak hanya memproduksi produk herbal kemasan, kelompok mitra binaan Pupuk Kaltim (PKT) yang bergerak di bidang budi daya tanaman obat keluarga (TOGA) ini juga memiliki beberapa turunan unit usaha.

Turunan unit usaha ini di antaranya katering, kafe, jasa eduwisata, hingga spa dan lulur tradisional.

Baca juga: Stafsus Presiden Sukardi Rinakit Apresiasi Kontribusi PKT Jaga Ketahanan Pangan dan Keragaman Budaya

Uniknya, semua unit usaha turunan itu dikelola dengan menggunakan olahan tanaman herbal.

Misalnya, kafe yang menjual minuman olahan herbal serta pijit refleksi atau spa yang menggunakan produk minyak urut dari Ma’rifah Herbal.

Kesuksesan Asma juga mengembangkan bisnis rumahan ini menorehkan banyak prestasi.

Pada 2020 lalu, Ma’rifah Herbal menerima penghargaan Produktivitas Siddhakarya dari Gubernur Kalimantan Timur.

Bahkan, tahun lalu kelompok yang beranggotakan mayoritas ibu rumah tangga ini, juga berhasil memboyong penghargaan Paramakarya dari Kementerian Ketenagakerjaan yang diberikan langsung oleh wakil presiden RI.

"Kita juga mendirikan Lembaga Pelatihan Kerja Borneo Skill Sinergy dan Lembaga Pelatihan Bontang Herbal Course bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai bisnis TOGA dan herbal," ungkap ibu beranak satu ini saat ditemui di green house-nya, Rabu (29/6/2022).

Kesuksesan merawat bisnis herbal ini, diakui Asma, tidak terlepas dari batuan corporate social responsibility (CSR) PKT.

Pasalnya, sebelum menjadi begian dari kelompok mitra binaan PKT, wanita berusia 43 tahun ini hanya seorang ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai guru di SD Nurul Imam Lok Tuan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved