Berkat CSR PKT, Asma Sukses Kembangkan Bisnis Ma’rifah Herbal hingga Menembus Pasar Nasional

Produk bisnis rumahan 'Herbal Ma’rifah' milik Asma kini telah sukses menembus pasar nasional. Dia merupakan kelompok mitra binaan Pupuk Kaltim,

Penulis: Ismail Usman | Editor: Diah Anggraeni
Tribunkaltim.co/Ismail Usman
Asma, pemilik Ma'rifah Herbal saat berada di tempat usahanya Jalan Martadhinata, Gang Mushala Al Yaqin RT 11, Kelurahan Loktuan. Produk bisnis rumahan Asma kini telah sukses menembus pasar nasional. 

Namun, karena berkat bantuan PKT, kini Asma juga telah mengikuti uji kompotensi massage di Puspita Marta, uji kompotensi kue kering, uji kompotensi meramu herbal level lV SKKNI di Depok, dan uji kompetensi metodologi level III SKKNI BNSP.

"Ini semua berkat dari bantuan CSR PKT. Karena kami diberi bantuan alat, modal, dan pendampingan," ujarnya.

Baca juga: Dukung Pengembangan UMK Bontang, PKT Fasilitasi Sarana Khatulistiwa Expo 2022

Awal merintis bisnis pada akhir 2016 lalu, Asma hanya memanfaatkan pekarangan rumah yang perlahan disulap menjadi green house berukuran mini.

Semua tanaman sayur milik Asma sebelumnya diganti dengan tanaman khasiat yang didapat dari bantuan CSR Pupuk Kaltim.

Selain bantuan bibit, PKT juga mengirimkan anggota Ma'rifah Herbal untuk mengikuti pelatihan pengolahan tanaman menjadi herbal di Bogor pada tahun 2018 lalu.

"Sebelum dapat pelatihan, awalnya kita produksi minyak urut hanya berdasarkan resep nenek. Karena saya tidak punya basic," bebernya.

Setahun berjalan, Ma’rifah Herbal yang bermarkas di Jalan RE Martadinata, Gang Mushala Al Yaqin RT 11, terus berinovasi hingga seperti saat ini.

Bahkan, Ma’rifah Herbal yang kini beranggotakan 26 orang itu telah membeli lahan baru berukuran 11x27 meter.

Di lahan itu, Asma kembali mendirikan green house untuk menambah pasokan olahan untuk diproduksi.

Tercatat kini telah ada 200 jenis tanaman berkhasiat yang ditanam di green house Ma'rifah Herbal.

"Karena sudah banyak permintaan, makanya kita tambah produksi. Alhamdullilah kita bisa beli lahan ini seharga Rp 150 juta dari hasil penjualan. Kemudian bangunan dibantu PKT," ujarnya.

Baca juga: Usung Smart Production, Tim Inovasi PKT Raih Penghargaan ICC-OSH 2022

Saat merebaknya Covid-19, diakui Asma, banyak lini usaha yang tidak bisa bertahan.

Namun, di tengah badai pandemi itu, Ma’rifah Herbal justru lebih banyak meraup keuntungan.

Omzet tahunan mendadak meroket bahkan hingga ratusan juta lebih.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved