Opini

Keniscayaan Toleransi dalam Kemajemukan Bangsa

Artikel tentang toleransi yang ditulis oleh Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman, Hairunnisa Husain.

Dok Pribadi
Hairunnisa Husain, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Mulawarman. 

Oleh: Hairunnisa Husain
Dosen FISIPOL Universitas Mulawarman

 

Kemajemukan Bangsa sebagai Fakta Alamiah dan Kultural

Indonesia merupakan sebuah negara yang sangat majemuk dalam berbagai bidang.

Tidak saja menempati posisi kedua di dunia sebagai negara yang terkaya dalam keanekaragaman hayati (biological diversity), Indonesia pun tercatat sebagai negara yang megakultural (cultural diversity) yang tertinggi di dunia.

Luisa Maffi menyebut Indonesia sebagai negara biocultural diversity yang terkaya di dunia (Luisa Maffi, Biocultural Diversity, 2007).

Dengan penduduk 270 juta yang menempati 17.504 pulau, yang terdiri dari 740 etnis dengan 67 bahasa lokal, beragam ras dan 1340 suku, serta mengakui enam agama besar dunia (Islam, Katholik, Protestan, Budha, Hindu, Konfusianisme), dunia mengakui keunikan dan keistimewaan Indonesia sebagai sebuah negara yang sangat majemuk.

Kemajemukan mesti kita syukuri, rayakan dan pelihara.

Karena kemajemukan merupakan aset bangsa dan kemanusiaan yang sangat berharga.

Melalui kemajemukan, kita saling memperkaya persepsi dan makna kehidupan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved