Breaking News:

Berita Kutim Terkini

Polisi Ingatkan Warga Kutai Timur Tidak Tinggalkan Kunci Motor di Stang

Kepolisian Resort Kutai Timur atau Polres Kutim menyatakan, masyarakat harus waspada terhadap aksi pencurian sepeda motor,

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor oleh Polres Kutai Timur, Kamis (30/6/2022). Warga Kutai Timur harus waspada untuk tetap disiplin, tidak meninggalkan kunci motor di stang untuk menghindari aksi pencurian sepeda motor.  

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Kepolisian Resort Kutai Timur atau Polres Kutim menyatakan, masyarakat harus waspada terhadap aksi pencurian sepeda motor yang mulai marak di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur

Satu hal langkah yang harus diingat masyarakat Kutai Timur yakni tidak memberikan peluang kepada pelaku pencurian sepeda motor. 

Caranya tidak lupa untuk mencabut kunci motor dari stang. 

Hal ini ditegaskan oleh Kasat Reskrim Polres Kutai Timur, IPTU I Made Jata Wiranegara kepada TribunKaltim.co pada Kamis (30/6/2022). 

Baca juga: Meski Masih Gunakan Cara Lama, Kejahatan Curanmor Masih Terjadi di Balikpapan

Baca juga: Kronologi Curanmor di Bekasi Pakai Begal, Motor Dijual Rp 2,5 Juta Buat Jualan Bakso

Baca juga: Aksi Curanmor di Balikpapan Selatan Marak, Polisi Catat Tiga Kasus Interval Maret-April 2022

Dia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan memastikan kendaraan ditinggalkan dalam kondisi aman.

"Harus memastikan kendaraan dalam kondisi aman dengan tidak meninggalkan kunci motor tergantung," ucapnya.

Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kutai Timur mengungkap tindak kejahatan pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukumnya.

Kepala Polres Kutim, AKBP Welly Djatmoko membeberkan bahwa terdapat dua laporan polisi (LP) yang diterima dalam pengungkapan ini.

Sebanyak delapan unit sepeda motor merupakan barang bukti dari pelaku M (28 tahun) sebagai pemetik dan RH (38 tahun) sebagai penadah.

"Unit Macan Sat Reskrim Polres Kutai Timur telah melakukan pengungkapan kasus pencurian kendaraan bermotor yang ada di wilayah Kutim," ujarnya. 

Baca juga: Sepanjang Tahun 2021, Polres Kutim Beber Kasus Pencurian Meningkat Sangat Tinggi

Uraian singkat kasus curanmor tersebut bermula saat adanya laporan dari warga yang kehilangan motor merk Honda beat berwarna merah di parkiran unit kantor pemadam kawasan Taman Bersemi.

Oleh Polsek Sangatta Utara, laporan tersebut kemudian diinformasikan kepada tim opsnal satresnarkoba Polres Kutim untuk membantu melakukan penyelidikan terkait maraknya pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah Kota Sangatta.

"Sehingga tim sat Reskrim Polres Kutim melakukan penyelidikan intensif terhadap siapa pelaku atas maraknya kejadian pencurian motor tersebut," ucap Kapolres.

Kemudian dari hasil penyelidikan dari beberapa TKP, tim dapat menangkap pelaku dengan inisial M alias JD yang selama ini melakukan pencurian motor di beberapa lokasi yang berbeda.

Bersama dengan pelaku, tim juga mengamankan barang bukti berupa delapan unit kendaraan sepeda motor.

Baca juga: Polres Kutim Gagalkan Peredaran Barang Haram 4 Kg, Berikut Barang Bukti yang Disita

"Dari hasil keterangan pelaku, dapat diketahui peran RH alias TS selaku penadah yang menjual motor hasil curian ke daerah pedalaman di Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur," ujarnya.

Belakangan diketahui, M ternyata pelaku pencurian motor milik ibu hamil yang tengah mengantre pembagian minyak goreng di halaman rumah Wakil Bupati Kutim beberapa waktu lalu.

M mengaku nekat melakukan tindak kejahatan pencurian untuk kemudian dijual dan uangnya digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Modus operandinya adalah dengan menggunakan kunci letter T dan kunci motor yang tertinggal atau tidak dicabut. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved