Berita Kutim Terkini

Sawah Kembali Dialiri Usai Saluran Irigasi di Kecamatan Kaubun Kutim Direhabilitasi

Setelah 2 tahun berturut-turut, Anggota Komisi V DPR RI, Irwan telah merealisasikan Rehabilitasi Bendungan dan Irigasi (primer & sekunder)

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Rehabilitasi Bendungan dan Irigasi (primer & sekunder) di Daerah Irigasi Kaubun, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur. TRIBUNKALTIM.CO/HO IRWAN FECHO 

TRIBUNKALTIM.CO,SANGATTA- Setelah 2 tahun berturut-turut, Anggota Komisi V DPR RI, Irwan telah merealisasikan Rehabilitasi Bendungan dan Irigasi (primer & sekunder) di Daerah Irigasi.

Bendungan dan irigasi tersebut berada di Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur yang kaya akan hasil tani dan kebun.

"Daerah Irigasi Kaubun yang tadinya bendungnya, lining saluran irigasinya dalam kondisi rusak dan tidak optimal fungsional, Kini telah dalam kondisi baik dan fungsional," ujar Irwan, Jumat (8/7/2022).

Akhirnya, ratusan hektare sawah esksiting di Kecamatan Kaubun mendapatkan air sebagaimana mestinya.

Sawah-sawah tersebut juga kini menjadi produktif ditanami padi oleh para petani yang memang menjadi pekerjaan mayoritas penduduknya.

Baca juga: Distanak Kukar Benahi Jaringan Irigasi Untuk Target Panen Padi Tiga Kali Setahun

Baca juga: Mengenal Subak, Cara Bercocok Tanam dengan Membuat Teras Sawah untuk Mengatur Sistem Irigasi di Bali

Baca juga: DPRD PPU Minta Pusat Seriusi Pembangunan Bendungan Telake untuk Irigasi Persawahan di 2 Kabupaten

Irwan menyebut, kegiatan rehabilitasi bendungan dan irigasi tersebut di luar ratusan program program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air lrigasi (P3-TGAI).

"Di luar ratusan program P3-TGAI yang irigasi tersiernya untuk petani pengguna air di sawah yang juga kami distribusikan tiap tahun di Kalimantan Timur," ujarnya.

Pihaknya memastikan dari bendungan, irigasi primer dan sekunder serta irigasi tersier, dalam sawah bisa berfungsi dengan baik agar bisa air mengalir sepanjang tahun ke sawah.

Daerah Irigasi Kaubun memang memiliki bendung air dengan potensial sawah 1,5 Ha, saluran primer 3 Km dan saluran sekunder 6 Km.

"Saat ini ada eksisting sawah seluas 400 Ha. Harusnya bisa optimal sampai 1,5 Ha jika saluran irigasinya tersambung sempurna dari bendung ke sawah," ucapnya.

Di Kutai Timur ada 4 Daerah Irigasi (DI) yg selama ini ada Sawah Eksisting yg menjadi andalan Kutai Timur.

DI tersebut yakni DI Kaubun (Kaubun), DI Cipta Graha (Kaubun), DI Pesab (Kongbeng) dan DI Tanah Abang (Long Mesangat).

Selama ini, bendung dalam keadaan rusak tanpa rehabilitasi dan pemeliharaan sehingga saluran irigasi putus dan air tidak sampai ke sawah.

Baca juga: Kitadin Site Embalut Masuki Pascatambang, Kolam Bekas Tambang Jadi Sumber Irigasi

Akibatnya, banyak petani alih fungsi tanaman padi jadi tanaman kering bahkan lahannya jadi belukar.

"Terimakasih mitra kami Balai Wilayah Sungai IV Kalimantan di Samarinda yang telah bersama-sama bekerja keras hadirkan bendungan, bendung juga irigasi di Kaltim," ujarnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved