Berita Nasional Terkini

Dubes RI untuk Sri Lanka: Kami Sudah Siapkan Contingency Plan untuk WNI Jika Kondisi Tetap Memburuk

Duta Besar Republik Indonesia untuk Sri Lanka Dewi Gustina Tobing sudah menyiapkan contingency plan jika kondisi ekonomi dan politik tetap memburuk

Penulis: Justina | Editor: Justina
Kolase YouTube CNN Indonesia/ ABC News (Australia)
Dubes RI untuk Sri Lanka Dewi Gustina Tobing menyatakan sudah menyiapkan sebuah rencana jika kondisi politik dan ekonomi negara tersebut tetap memburuk. 

TRIBUNKALTIM.CO - Duta Besar Republik Indonesia untuk Sri Lanka Dewi Gustina Tobing sebut sudah menyiapkan contingency plan untuk Warna Negara Indonesia (WNI) jika krisis politik dan ekonomi tetap memburuk di negara tersebut.

Disebutkan Dewi Gustina Tobing bahwa antisipasi itu dilakukan dalam 4 siaga.

"Siaga empat, tiga, dua dan satu, di mana kalau mencapai siaga satu itu memang sudah sangat krusial, sangat penting untuk mengevakuasi masyarakat kita," kata Dewi Gustina Tobing dikutip dari kanal YouTube CNN Indonesia, Selasa (12/7/2022).

"Tapi dalam tahapan itu, yang kita sekarang kita pertimbangkan masih disiaga tiga, kondisi masih kondusif, kami masih bisa memantau bahwa masyarakat masih bisa terpenuhi kebutuhannya, karena kami pantai mereka melalui WhatsApp grup," tambah Dewi Gustina Tobing.

Baca juga: Dubes RI untuk Sri Lanka Pastikan Kondisi WNI dalam Keadaan Baik, Dewi Gustina: Kami Pantau Mereka

Atas pantauan yang dilakukan Kedutaan Besar RI di Sri Lanka, diakui Dewi Agustina kalau itu itu bisa membantu mengetahui WNI yang membutuhkan bantuan.

Tidak dipungkiri Dewi Gustina Tobing bahwa sebagian WNI masih berada di negara itu dan sebagian juga memilih kembali pulang ke tanah air.

"Dalam hal ini tentunya kami membantu rencana kepulangan mereka, tapi sebagian besar berdomisili di Sri Lanka karena masyarakat terdiri dari para pekerja maupu masyarakat yang menikah dengan warga setempat," ungkap Dewi Gustana Tobing.

Seperti yang diketahui, Sri Lanka mengalami kebangkrutan setelah melewati krisis keuangan terparah selama tujuh dekade.

Baca juga: Usai Diserbu Demonstran, Dimana Presiden Sri Lanka Rajapaksa dan Perdana Menteri Wickremesinghe?

Kericuhan tak terhindarkan saat rakyat Sri Lanka menggelar demonstrasi besar besaran sampai puncaknya menduduki rumah Presiden dan Perdana Menteri Sri Lanka, untuk memaksa mereka mundur dari jabatannya.

Pasca demontrasi besar tersebut, Dewi Gustina Tobing menyebutkan kalau kondisi saat ini di Sri Lanka sudah membaik, meskipun para demonstran tetap mendiami Istana Presiden serta kediaman resmi dari Presiden Rajapaksa.

"Situasi di lapangan, di lingkungan Kota Kolombo saat ini maupun di luar kota, semuanya dalam kondisi baik. Masyarakat sudah kembali ke aktivitas semula," ujar Dewi Gustina Tobing.

"Dan kami sendiri sudah berkantor di KBRI dan semua staf bisa hadir dengan tanpa ada kendala," lanjut Dewi Gustina Tobing.

Tidak dipungkiri bahwa saat demo besar-besaran yang terjadi pada Sabtu, 9 Juli 2022 banyak kegiatan ekonomi yang tutup.

Tetapi hal itu juga sudah diantisipasi karena rencana demo yang akan dilakukan sudah diketahui oleh masyarakat umum.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved