Narkoba di Samarinda

Diduga Pesanan Dari Samarinda, Sabu Seberat 514 Gram Diambil di Pulau Rumput Laut Sebatik Nunukan

Pelaku pembawa Sabu seberat 514 gram yang berhasil digagal jajaran Polresta Samarinda disinyalir merupakan jaringan yang sudah lama beraksi di Nunukan

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Aris
Tribun Kaltim/Rita Lavenia
Sabu seberat 514 gram yang berhasil digagal edarkan oleh Satresnarkoba Polresta Samarinda. (Tribun Kaltim/Rita Lavenia) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Para pelaku pembawa Sabu seberat 514 gram yang berhasil digagal edarkan oleh jajaran Polresta Samarinda disinyalir merupakan jaringan yang sudah lama beraksi di Nunukan Kalimantan Utara.

Kendati demikian, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadly menerangkan bahwa para tersangka yakni MS (67), SF (29) dan DN (DPO) baru pertama kali tertangkap di Kota Samarinda.

Baca juga: Polisi Sebut Sabu 514 Gram yang Digagalkan Berasal Dari Nunukan Tujuan Samarinda

"Jadi bukan residivis," terangnya dalam rilis Jumat (15/7/2022).

Dijelaskannya juga bahwa sabu yang dibawa para tersangka ini diduga merupakan pesanan untuk dibawa ke Kota Samarinda.

Adapun asal barang haram ini, lanjutnya, diambil oleh SF dan MS di kampung Rumput Laut Pulau Sebatik, Nunukan Kalimantan Utara.

Baca juga: BREAKING NEWS 514 Gram Sabu Siap Edar Digagalkan oleh Tim Hyena Satresnarkoba Polresta Samarinda

"Kemudian dibawa para tersangka (SF dan MS) melalui jalur darat menggunakan mobil rentalan,

Jadi dua tersangka ini statusnya kurir, dan pemilik sebenarnya yang masih DPO (DN)," beber Kombes Pol Ary Fadli.

Baca juga: Kasatpol PP Akan Tindak Baliho Kedaluwarsa yang Terpampang Sepanjang Jalan di Berau

Orang nomor satu di Mapolresta Samarinda ini menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan lebih dalam terkait jaringan para penyalahgunaan narkotika jenis sabu ini. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved