Berita Nasional Terkini
Ini Sederet Tugas Divisi Propam Polri di Bawah Komando Irjen Ferdy Sambo
Kediaman dinas Ferdy Sambo menjadi lokasi baku tembak dua anak buahnya, Lalu apa sebenarnya tugas divisi yang dikepalai Ferdy Sambo ini?
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Sosok Irjen Pol Ferdy Sambo, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri beberapa hari menjadi sorotan publik.
Perwira tinggi Polri yang sejak 16 November 2020 menjabat sebagai Kadiv Propam ini bukan disorot lantaran sederet prestasi yang dimilikinya.
Sorotan publik justru terjadi karena kediaman dinas Ferdy Sambo menjadi lokasi baku tembak dua anak buahnya, yakni Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J dan Bharada E.
Dalam peristiwa yang berlangsung pada Jumat (8/7/2022) tersebut, Brigadir J tewas dengan empat luka tembak.
Lalu apa sebenarnya tugas divisi yang dikepalai Ferdy Sambo ini?

Penelusuran Tribun, divisi Propam merupakan satu dari lima divisi yang bekerja di kepolisian tingkat Markas Besar.
Pembentukan divisi ini sudah ditetapkan sejak 10 Oktober 2002 melalui Keppres Nomor 70 Tahun 2002 pada masa pemerintahan Presiden Megawati, yang kemudian pelaksanaan tugasnya diatur berdasarkan Keputusan Kapolri Nomor: Kep/53/X/2002.
Divisi ini merupakan unsur pengawas dan pembantu bidang pertanggungjawaban profesi dan pengamanan internal di bawah Kapolri.
Fungsi Propam adalah sebagai penegak disiplin dan ketertiban di lingkungan Polri.
Bukan hanya itu, mereka juga bertugas melayani aduan masyarakat tentang tindakan anggota Polri.
Dilansir dari propam.polri.go.id, divisi ini membawahkan tiga biro, yaitu Biro Pertanggungjawaban Profesi (Rowabprof), Biro Pengamanan Internal (Ropaminal), dan Biro Provos (Roprovos).
Roprovos berperan untuk pemeliharaan ketertiban di lingkungan Polri.
Biro ini adalah penegak disiplin dalam Divpropam, dan bertugas menegakkan hukum serta menyelesaikan perkara pelanggaran disiplin sesuai kewenangan yang telah ditetapkan.
Sementara Rowabprof bertugas menjalankan fungsi pertanggungjawaban profesi.
Mereka merumuskan dan mengembangkan standar dan kode etik profesi.
Mereka juga melakukan penilaian atau mengakreditasi penerapan standar profesi, membina dan menegakkan etika profesi.
Sedankan Ropaminal berfungsi sebagai pengamanan internal.
Biro ini mengamankan segala hal yang berhubungan dengan kasus pelanggaran atau dugaan pelanggaran anggota polisi, misalnya adalah personel, materiil, kegiatan, dan bahan penyelidikan.
Divpropam juga membawahkan tiga bagian, yakni Bagian Pelayanan dan Pengaduan (Bagyanduan), Bagian Rehabilitasi Personil (Bagrehabpers), dan Bagian Perencanaan dan Administrasi (Bagrenmin).
Bagyanduan berperan dalam mengatur pelayanan masyarakat yang ingin mengadu atau melaporkan tindakan anggota polisi.
Sedangkan Bagrehabpers adalah bagian yang mengatur rehabilitasi terhadap anggota personel polisi yang tidak terbukti melakukan pelanggaran.
Sementara itu, Bagrenmin bertugas atas segala ketatausahaan di lingkungan Divpropam.
Untuk diketahui, Propam ada di divisi Mabes Polri, di tingkat Polda dan Polres.
Di tingkat Polda, propam dinamakan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam).
Sedangkan di tingkat Polres, propam disebut sebagai Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam).
Pada kasus kematian Brigpol Nopryansah Josua Hutabarat alias Brigadir J yang ditembak Bharada E, Propam juga dikerahkan untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi diantara kedua ajudan Irjen Ferdy Sambo itu.
Viral Video Irjen Ferdy Sambo menangis di pelukan Irjen Fadil Imran
Sebuah video singkat yang memperlihatkan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo memeluk erat Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran beredar.
Dalam video viral itu, terlihat Kapolda Irjen Fadil Imran yang datang masuk ke ruangan langsung disambut peluk oleh Irjen Ferdy Sambo.
Isak Tangis pun ditampakkan Ferdy Sambo seraya pelukan Kapolda yang makin erat.
Video beredar di tengah sorotan publik terkait kasus penembakan Brigadir J di rumah Irjen Ferdy Sambo.
Namun hingga saat ini belum ada keterangan mengenai video tersebut.
Ferdy Sambo pun hingga kini belum memberi keterangan terkait insiden polisi tembak polisi yang terjadi di rumahnya.
Kapolres Jakarta Selatan sebelumnya menyebut aksi penembakan berawal dari pelecehan Brigadir J pada istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.
Di tengah perkembangan kasus tersebut dan pertanyaan publik tentang di mana Ferdy Sambo, beredar sebuah video singkat yang memperlihatkan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo memeluk erat Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.
Itulah tadi ulasan kronologi penembakan Brigadir j oleh Bharada E dan alasan decoder CCTV di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo diganti.
(*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.