Berita Kaltim Terkini

Kawasan Industri KEK Maloy di Kaltim Mulai Dilirik Negara Lain, Peluang Investasi Terbuka

KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) merupakan kawasan yang kaya akan sumber daya alam terutama kelapa sawit, kayu dan energi.

Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Lokasi Kawasan Pelabuhan KEK Maloy, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim.TRIBUNKALTIM.CO/HO/KEK MBTK. (TRIBUNKALTIM.CO/HO) 

TRIBUNKALTIM.CO - KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) merupakan kawasan yang kaya akan sumber daya alam terutama kelapa sawit, kayu dan energi.

Apalagi lokasinya didukung dengan posisi geostrategis, dimana terletak pada lintasan Alur Laut Kepulauan Indonesia II (ALKI II).

Diektahui, ALKI II merupakan lintasan laut perdagangan internasional yang menghubungkan Pulau Kalimantan dan Sulawesi, serta merupakan jalur regional lintas trans Kalimantan, dan transportasi penyeberangan ferry Tarakan-Tolitoli, dan Balikpapan-Mamuju.

Baca juga: Berawal dari Tolak Beasiswa Sandiaga Uno, Roy Citayam Berjuluk Hotman Paris Junior

KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan juga ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 85 Tahun 2014 dengan harapan KEK MBTK dapat mendorong penciptaan nilai tambah melalui industrialisasi atas berbagai komoditi di wilayah tersebut.

Namun, semakin ke sini sepertinya potensi investasi di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur disebut banyak diminati oleh negara lain.

Namun demikian, jika tidak ada dorongan dari pihak pengelola untuk mengembangkan kawasan tentu hal ini akan membuat investor berpikir ulang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim, Puguh Harjanto saat ditanya perkembangan investasi di KEK Maloy.

Baca juga: Info Beasiswa 2022: Beasiswa Indonesia Maju Program Bergelar S1 dan S2 Dalam Negeri Masih Dibuka

"Saya belum dapat informasi perkembangannya seperti apa. Kuncinya ada di MBTK sendiri. Progres kesiapan MBTK untuk memfasilitasi investor yang masuk, itu harus dari mereka sendiri, dari Kutim, informasi terakhir itu," ungkapnya.

Selain perusahaan Malaysia yang berminat berinvestasi, melalui DPMPTSP Kaltim ada beberapa negara yang berminat untuk menanamkan modalnya di KEK Maloy.

"Yang melalui kami, ada beberapa sebenarnya yang berminat. Kami nanti ada bertemu lagi dengan Kementerian terkait ini. Ada dari Malaysia, Singapura, Inggris, dan dari Denmark juga akan hadir," ujar Puguh.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved