Berita Nasional Terkini

Polisi Ringkus Pelaku Oplos Gas Subsidi, Berikut 5 Titik Lokasi Penyuntikan Tabung

Kali ini pihak Kepolisian sukses membongkar praktek penyuntikan gas subsidi 3 kilogram untuk dipindahkan ke tabung gas

Editor: Budi Susilo
WARTAKOTA.com/Rendy Rutama
Press Conference yang digelar di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT. Batavia Jaya Energy, di Jalan Sentra Primer, Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada Jumat (15/7/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO, CAKUNG - Kali ini pihak Kepolisian sukses membongkar praktek penyuntikan gas subsidi 3 kilogram untuk dipindahkan ke tabung gas komersil non subsidi. 

Polisi telah menangkap pelaku. Selama menjalankan aksi, mereka juga menggunakan ragam alat untuk membantu memudahkan pengoperasian tugasnya masing masing.

Dan kini pihak Kepolisian menjadikan itu sebagai barang bukti.

Dijeaskan oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, telah mengamankan total 14 tersangka sementara, terkait perkara dugaan tindak pidana menyalahgunakan LPG bersubsidi.

Baca juga: Kuota Gas Elpiji di Penajam Paser Utara Masih Kurang, Sering Dijual Keluar Daerah

Baca juga: Agen Usulkan Kenaikan Harga Gas Elpiji 3 Kilogram, Nasib Gas Elpiji Kini Ditangan Plt Bupati PPU

Baca juga: Masyarakat Samarinda Diminta Laporkan Penjual Tabung Gas Elpiji 3 Kg di Atas HET ke Call Center 135

Kasus ini memiliki modus operandi dengan menyuntikkan gas tiga kilogram bersubsidi ke tabung gas berukuran 5,5 kilogram, 12 kilogram, dan 50 kilogram.

Hal itu disampaikan Dir Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Pipit Rismanto, saat press conference yang digelar di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT. Batavia Jaya Energy, di Jalan Sentra Primer, Pulo Gebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada Jumat (15/7/2022).

"Sesuai dengan laporan Polisi Nomor: LP/A/0353/VII/2022/SPKT.Dittipidter/Bareskrim Polri, tanggal 7 Juli 2022," ujar Rismanto, Jumat (15/7/2022).

Ditambahnya, selama mereka beroperasi, ke 14 tersangka tersebut rupanya memiliki tugas yang beragam untuk melancarkan aksinya.

Baca juga: Permintaan Agen untuk Naikkan Harga Gas Elpiji Belum Disetujui Disdag PPU

Lalu, pihak kepolisian juga menjadikan barang bukti tabung gas non subsidi yang siap jual sejumlah total 3.344.

"Total barang bukti yakni 14 kendaraan roda empat, 67 buah selang regulator, 242 buah pipa regulator panjang sekitar 10 cm, 21 buah pipa regulator ukuran panjang sekitar 24 cm, 2 buah timbangan elektronik, 3 buah ganco, dan tutup tabung baru atau barlot sebanyak 1353 buah," lugasnya.

Kejadian penyalahgunaan penyuntikan gas subsidi yang terjadi pada Kamis (7/7/2022) itu berlokasi tepat di Pulau Gebang, Jakarta Timur.

Akan tetapi, dijelaskan Rismanto, kebetulan saat ditangkap, ke 14 tersangka tersebut sedang berada di wilayah Jakarta Timur, dan mengaku sudah melakukan kegiatan ini terhitung empat bulan.

Baca juga: Raup Untung Rp 5,7 Juta per Hari, 2 Pelaku Pengoplosan Gas Elpiji di Bogor Dibekuk

Namun, pihak kepolisian masih terus mendalami terkait waktu mereka sudah beroperasi, mengingat, kegiatan mereka kerap berpindah - pindah tempat untuk mengelabuhi aparat.

"Mereka ini kegiatannya bisa berpindah-pindah tempat, di dalam satu tempat, mereka melakukan kegiatannya ini bisa sampai tiga bulan dan empat bulan, nanti jika mereka mencium bau aparat, mereka pindah ke tempat lain," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved