Ekonomi dan Bisnis

Harga Minyak Dunia Kembali Naik ke Level Tertinggi pada Senin 18 Juli

Harga minyak dunia dikabarkan mengalami kenaikan lagi di tengah ancaman krisis pangan global. 

Editor: Budi Susilo
HO/btmagazine.nl
Ilustrasi harga minyak dunia. Lonjakan harga minyak pada awal pekan ini terjadi imbas dari adanya kekhawatiran yang berlebih pada investor akan rencana Rusia yang memperpanjang masa pemeliharaan pipa Nord Stream 1. 

TRIBUNKALTIM.CO, LONDON - Harga minyak dunia dikabarkan mengalami kenaikan lagi di tengah ancaman krisis pangan global. 

Lonjakan harga minyak pada awal pekan ini terjadi imbas dari adanya kekhawatiran yang berlebih pada investor akan rencana Rusia yang memperpanjang masa pemeliharaan pipa Nord Stream 1.

Seharusnya rampung dibenahi pada 21 Juli mendatang.

Minyak mentah Brent akan mendapat dukungan pada akhir minggu, jika Rusia tidak mengembalikan gas ke Jerman setelah pemeliharaan Nord Stream 1.

Baca juga: Rusia Sikapi Ancaman Krisis Pangan Global, Ekspor Tepung dan Minyak Ditingkatkan

Baca juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Nilai Pakai Kripto Bisa Bahayakan Keuangan Negara

Baca juga: Putin Gelap Mata Tak Ingin Lihat Cahaya Zelenskyy, Rusia Ambil Langkah Seribu, Sapu Bersih Serangan

Setelah minyak mentah Brent maupun West Texas Intermediate (WTI) mencatatkan penurunan biaya terbesar pada minggu lalu.

Kini harga kedua jenis minyak mentah tersebut kembali lompat ke level tertinggi di pasar dunia pada perdagangan Senin (18/7/2022).

Harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman September 2022 naik 2,54 dolar AS atau sekitar 2,5 persen menjadi 103,70 dolar AS per barel.

Kenaikan harga minyak mentah kali ini melanjutkan penguatan di hari Jumat lalu (15/7/2022), dimana saat itu harga minyak telah naik 2,1 persen.

Lonjakan harga juga terlihat pada minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk kontrak pengiriman Agustus 2022, yang melesat 2,31 dolar AS atau 2,4 persen hingga mengantarkan kenaikan harga sebanyak 99,90 dolar AS per barel.

Baca juga: Strategi Perang Rusia Berubah Gara-gara Amerika, Serangan Jarak Jauh ke Ukraina Ditingkatkan

Angka ini naik 1,9 persen lebih tinggi dari sesi sebelumnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved