Berita Kalteng Terkini

BEM Universitas Palangkaraya Sodorkan Surat Debat Terbuka ke Rektorat soal Hadirnya Tokoh PDIP

Buntut kunjungan tokoh partai politik ke kampus Universitas Palangkaraya di Kalimantan Tengah membuat kalangan mahasiswa

Editor: Budi Susilo
YouTube TribunKalteng
Buntut kunjungan tokoh partai politik ke kampus Universitas Palangkaraya di Kalimantan Tengah membuat kalangan mahasiswa angkat bicara. Melalui organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM Universitas Palangkaraya mempertanyakan keberadaan sosok politisi PDI Perjuangan datang ke acara resmi kampus.  

TRIBUNKALTIM.CO, PALANGKARAYA - Buntut kunjungan tokoh partai politik ke kampus Universitas Palangkaraya di Kalimantan Tengah membuat kalangan mahasiswa angkat bicara. 

Melalui organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM Universitas Palangkaraya mempertanyakan keberadaan sosok politisi PDI Perjuangan datang ke acara resmi kampus. 

Lantaran hal itu, BEM Palangkaraya bereaksi, membuat sikap yang ditujukan kepada pihak rektorat. 

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangkaraya melayangkan surat untuk permohonan debat terbuka dengan pihak rektorat dan ketua pelaksana KKN Kebangsaan.

Baca juga: Tugas Kader PDIP Turun ke Masyarakat, Hasto: Biarkan yang Lain Berdansa Politik

Baca juga: Soal Tolak Berkoalisi, Hasto Kristiyanto Sebut PDIP Sudah Terbuka Bagi Demokrat Pada Pilpres 2019

Baca juga: PDIP Tolak Berkoalisi dengan Demokrat - PKS, Hasto: Tidak Mungkin Rangkul yang Keras pada Pemerintah

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Mahasiswa Ernae Agustyana kepada Tribunkalteng.com, Selasa (19/7/2022) melalui telepon selular.

"Kami sebenarnya melayangkan surat terbuka. Dalam artian kepada pihak rektorat dan juga kepada panitia pelaksana terutama Ketua pelaksana KKN Kebangsaan," ujar Ernae.

Dia menyampaikan ingin melakukan debat terbuka dan meminta klarifikasi terkait hadirnya tokoh politik di acara KKN Kebangsaan yang menurutnya menciderai marwah kampus.

"Masuknya Hasto di Kampus kami dengan membawa namanya sebagai Sekjen PDIP itu sudah mencoreng marwah kampus," jelas Ernae.

Baca juga: Pesan Menohok PDIP untuk Parpol yang Ingin Bajak Ganjar, Hasto: Partai Menggembleng Bukan Membajak

Perempuan yang aktif di salah satu organisasi kemahasiswaan ektra kampus ini juga berpendapat adanya peraturan yang melarang peraturan partai politik masuk kampus.

"Sebenarnya pada tahun 2002 itu ada salah satu Permen (peraturan menteri) yang menyatakan bahwa partai politik dan organisasi eksternal dilarang masuk kampus," bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved