Isran Noor Dampingi Ketua Masyarakat Hukum Adat Mului Terima Penghargaan Kalpataru di Jakarta

Ketua Masyarakat Hukum Adat Mului, Desa Swan Slutung, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Jidan bertolak ke Jakarta untuk meneri

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Gubernur Kaltim Isran Noor bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup EA Rafiddin Rizal turut mendampingi Ketua Masyarakat Hukum Adat Mului, Desa Swan Slutung, Kecamatan Muara Komam, Kabupaten Paser saat menerima Kalpataru Tahun 2022 dari Kementerian LHK. 

Daftar Penerima Kallpataru Nasional di Kaltim :

1. Kabupaten Kutai Barat, Banen, perlindungan cagar alam, dengan status honorer dan jam kerja tidak terbatas bertugas untuk menjaga kelestarian cagar alam Kersik Luwai yang memiliki luas 5.000 Hektare setiap hari keluar masuk hutan tidur di hutan.

Karena kecintaannya terhadap lingkungan, semua ancaman di dalam hutan dihiraukan, bahkan tidak jarang harus berhadapan dengan binatang buas.

Tantangan yang paling besar adalah saat berhadapan dnegan perambah hutan untuk perladangan. Tidak heran ia dianggap sebagai musuh di mata peladang, Kategori Pengabdi Lingkungan Tahun 1982.

Baca juga: Kisah Kepala MHA Mului, Jidan Penjaga Kawasan Hutan Gunung Lumut di Paser, Raih Kalpataru 2022

2. Kota Balikpapan, Pondok Pesantren Hidayatullah, Perbaikan Lingkungan daerah di kawasan Kaltim berbukit, belukar, dan tandus sebagian rawa-rawa berair payau. Kenyataan ini menggugah 6.000 santri untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

Kampus ditata rapih dengan pepohonan pelindung, di sisi lain dimanfaatkan untuk kolam ikan dan peternakan. Kegiatan lain adalah penghijauan lahan kritis. Selain itu, rawa seluas 100 hektare dijadikan kolam ikan.

Santri pesantren Hidayatullah juga menggerakkan masyarakat untuk ikut dalam pembinaan hutan lindung, pembuatan kolam perikanan, peternakan, penyediaan bibit cengkeh maupun pembuatan jalan, Kategori Penyelamat Lingkungan Tahun 1984.

3. Kabupaten Kutai Kartanegara, Sumiyati, pemanfaatan Gulma berhasil mengembangkan tenun ulap doyo yang terbuat dari sejenis gulma pengganggu kebun dan ladang sebagai bahan tenun ikat ulap doyo, Kategori Perintis Lingkungan Tahun 1993.

4. Kabupaten Berau, M. Irsani, Memelihara buaya Badas, Kategori Pembina Lingkungan tahun 1999.

5. Kota Balikpapan, B. Mudjiono, Menyelamatkan kelestarian lingkungan perumahan, Kategori Pembina Lingkungan Tahun 2000.

6. Kabupaten Kutai Kartanegara, Kadek Sidiyasa, nenjaga orangutan di Samboja, Kategori Pengabdi Lingkungan Tahun 2001.

7. Kota Balikpapan, Agusdin, Menjaga kawasan Hutan Sungai Wain, Kategori Pengabdi Lingkungan Tahun 2006.

8. Kabupaten Kutai Timur, Ladjie Taq, Menjaga Hutan Wehea, Kategori Penyelamat Lingkungan Tahun 2009.

9. Kota Balikpapan, Imdaad Hamid, penyelamatan satwa langka dan hutan lindung Sungai Wain seluas 9.782 Hektare, lelestarian DAS Manggar seluas 4.994 Hektare untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Kota Balikpapan, pembangunan 20 lokasi hutan kota dengan luas 7.612 hektare serta rehabilitasi 600 hektare lahan kritis melalui penanaman pohon.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved