Berita Nasional Terkini

Minta Perlindungan LPSK, Bharada E Ungkap Peristiwa Penembakan di Rumah Ferdy Sambo, Ini Faktanya

Bharada E telah berbagi informasi terkait peristiwa berdarah di kediaman dinas Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat

Editor: ade mayasanto
Wartakotalive/Miftahul Munir
Aparat kepolisian sedang olah tempat kejadian perkara (TKP) penembakan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat di rumah dinas Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol Ferdy Sambo. Cek kronologi penembakan Brigadir j oleh Bharada E dan alasan decoder CCTV  di rumah Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo diganti. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Keberadaan Bharada E hingga kini masih misteri.

Kendati demikian, Juru bicara Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Rully Novian mengaku, Bharada E telah berbagi informasi terkait peristiwa berdarah di kediaman dinas Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Menurutnya, Bharada E memberikan informasi perihal peristiwa berdarah di kediaman dinas Irjen Ferdy Sambo pada Sabtu (16/7/2022) lalu.

“Untuk hasil wawancara awal, tentu kami memperoleh beberapa informasi yang berhubungan dengan rangkaian peristiwa. Itu memang kami peroleh dari Bharada E," ucap Rully Novian dalam dialog Sapa Indonesia Malam, Kompas TV, Selasa (19/7/2022).

Ihwal pemeriksaan Bharada E ini juga diamini Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi.

Bukan hanya memeriksa Bharada E, LPSK juga meminta keterangan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi saat itu.

"Sabtu kemarin kami mendalami keterangan Bharada E dan ibu P (istri Ferdy Sambo)," ujar Edwin melalui pesan singkat kepada Kompas.com.

Brigadir J bersama Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo (kiri) dan foto pemakaman Brigadir J di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi (kanan). Dokter Forensik RSUD Moewardi dan RS UNS Surakarta, Novianto Adi Nugroho turut menanggapi terkait kondisi jari putus pada jasad Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Brigadir J bersama Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo (kiri) dan foto pemakaman Brigadir J di Kabupaten Muaro Jambi, Jambi (kanan). Dokter Forensik RSUD Moewardi dan RS UNS Surakarta, Novianto Adi Nugroho turut menanggapi terkait kondisi jari putus pada jasad Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. (ISTIMEWA/TribunJambi.com Aryo Tondang)

Ia menambahkan, LPSK belum bisa mendalami keterangan Putri Candrawathi saat itu lantaran masih terguncang atas peristiwa berdarah yang akhirnya menewaskan Brigadir J.

"Dari ibu P belum diperoleh keterangan karena masih terguncang," tutur Edwin

Untuk diketahui, Bharada E dan istri Irjen Ferdy Sambo sama-sama mengajukan perlindungan ke LPSK pada Kamis (14/7/2022) lalu.

Namun, untuk Bharada E belum dilakukan perlindungan karena masih proses penelaahan.

Baca juga: Respon Bijak Irjen Ferdy Sambo Usai Dicopot Kapolri Listyo Sigit dari Kadiv Propam

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo, menanggapi sikap Bharada E yang mengajukan perlindungan ke LPSK.

Menurutnya, pengajuan perlindungan merupakan hak setiap warga negara.

"Kalau minta perlindungan itu kan hak setiap warga negara, silahkan. Tapi proses penyidikan ini tetap berjalan," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/7/2022).

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved