Ekonomi dan Bisnis

Kompor Induksi jadi Cara Kurangi Impor Gas LPG dan Beban Subsidi APBN

Langkah alternatif untuk keluar dari harga mahal LPG, kali ini PLN memfasilitasi masyarakat menengah ke bawah untuk beralih

Editor: Budi Susilo
TribunPekanbaru.com
ILUSTRASI Kompor berbahan bakar listrik. Memasak pakai kompor listrik jauh lebih hemat. Langkah alternatif untuk keluar dari harga mahal LPG, kali ini PLN memfasilitasi masyarakat menengah ke bawah untuk beralih dari kompor gas ke kompor energi listrik.  

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Harga gas LPG yang dinilai terus naik, membebani masyarakat, mengingat harganya mengikuti pasar global

Langkah alternatif untuk keluar dari harga mahal LPG, kali ini PLN memfasilitasi masyarakat menengah ke bawah untuk beralih dari kompor gas ke kompor energi listrik. 

Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jisman P Hutajulu mengapresiasi langkah cepat PLN dalam merealisasikan konversi kompor LPG ke kompor induksi ini.

Dia menilai, program ini merupakan wujud kontribusi PLN dalam menjalankan program pemerintah untuk mengurangi impor gas LPG.

Baca juga: Daya Beli Warga Belum Pulih Pasca Pandemi, Alasan Wali Kota Samarinda Tak Naikkan Harga Gas LPG 3 Kg

Baca juga: Pasokan LPG di Berau Dipastikan Aman, Pemkab Ingatkan Agen Tetap Jual Sesuai HET

Baca juga: Harga LPG 3 Kilogram di Paser Rp 22 Ribu, Pangkalan Hanya Untung Dua Ribuan

"Kita harus turut mendukung dan mensukseskan program pemerintah konversi kompor LPG ke kompor induksi," ujarnya. 

"Karena dengan ini PLN turut ambil bagian dalam peralihan penggunaan energi impor menjadi energi dalam negeri dengan mengurangi impor gas LPG," ujar Jisman.

Kurangi Beban Subsidi APBN 

PT PLN (Persero) merealisasikan pilot project konversi sebanyak seribu kompor LPG masyarakat ke kompor induksi.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan konversi kompor ini dilakukan PLN untuk bisa menekan ketergantungan impor LPG yang tiap tahunnya terus bengkak.

Ia menambahkan program konversi ini menyasar masyarakat kelas menengah ke bawah yang biasanya mengkonsumsi LPG bersubsidi sekaligus membantu pemerintah dalam mengurangi beban subsidi di APBN.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved