Berita Kaltim Terkini

Wilayah IKN Nusantara Paling Tinggi Endemi Malaria, 3 Daerah di Kaltim Kategori Eliminasi

Laporan World Health Organization (WHO) dalam World Malaria Report 2020 Indonesia memegang peringkat negara kedua tertinggi

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Fogging yang terus digencarkan oleh Dinas Kesehatan Kutai Barat hingga menyasar lingkungan sekolah sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit malaria. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Laporan World Health Organization (WHO) dalam World Malaria Report 2020 Indonesia memegang peringkat negara kedua tertinggi setelah India di Asia Tenggara untuk jumlah kasus malaria tertinggi.

Meski sempat mengalami penurunan pada rentang 2010-2014, tren kasus malaria di Indonesia cenderung stagnan dari tahun 2014-2019. 

Tren kasus positif malaria dan jumlah penderita malaria (Annual Parasite Incidence/API) menunjukkan konsentrasi kabupaten atau kota endemis tinggi malaria di wilayah Indonesia Timur. 

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI sendiri sekitar 86 persen kasus malaria terjadi di Provinsi Papua dengan jumlah 216.380 kasus di tahun 2019.

Baca juga: Nasib Aset Pemerintah di Jakarta Saat Jokowi Resmikan IKN Nusantara 2024 Nanti

Disusul dengan Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 12.909 kasus dan Provinsi Papua Barat sebanyak 7.079 kasus. 

Terdapat juga wilayah endemis tinggi di Indonesia bagian tengah, tepatnya di Kabupaten Penajaman Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur yang kini telah ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara (IKN), yang hingga kini juga masih tinggi.

Secara Nasional Kalimantan Timur masuk peringkat kelima jumlah kasus malaria tertinggi melihat pada kasus sepanjang tahun 2021.

Meski demikian, tiga daerah di Benua Etam kini telah mendapat kategori bebas malaria atau Eliminasi Malaria.

Baca juga: Bangun Ekosistem, Cara Badan Otorita Wujudkan IKN Nusantara Jadi Kota Layak Huni

"Sampai saat ini tiga kota yang menyatakan sudah melakukan eliminasi malaria," tegas Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Kaltim Andi Muhammad Ishak, Minggu (24/7/2022). 

Lebih lanjut disebutkan, Kota di Kaltim yang bebas malaria adalah Samarinda, Bontang dan Balikpapan. 

Sementara Kabupaten lainnya belum, karena belum memasuki persyaratan yang dimaksud kategori eliminasi.

Eliminasi ini, bukan berarti tidak ada kasus, tetapi ada kasus namun bukan dari penularan kasus setempat, mungkin saja kasus impor. 

Andi Muhammad Ishak juga mengatakan di Kaltim daerah dengan endemis tinggi berada di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dimana daerah tersebut ialah wilayah IKN.

"Maka dari itu kita punya kepentingan untuk mendorong dan juga menyukseskan wilayah IKN dari Malaria," tegasnya.

Baca juga: Agustus Groundbreaking IKN Nusantara di Kaltim, Wagub Hadi Mulyadi: Pak Jokowi Datang Lagi

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved