Berita Kaltim Terkini

Persiapan Kepulangan Jamaah Haji Asal Kaltim, Prokes PPLN akan Diberlakukan

Persiapan pemulangan jemaah haji asal Kalimantan Timur tengah disiapkan  Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi jamaah calon haji yang berangkat secara reguler melalui embarkasi Balikpapan beberapa waktu lalu.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Persiapan pemulangan jemaah haji asal Kalimantan Timur tengah disiapkan  Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah.

Dari data yang terhimpun TribunKaltim.co, jemaah asal Benua Etam keseluruhan berjumlah 1.180 orang yang awalnya 1.174 orang.

Penambahan 6 orang sendiri, setelah Gubernur Kaltim Isran Noor mengeluarkan kebijakan memberikan kuota Petugas Haji Daerah (PHD) kepada masyarakat.

Terkait persiapan kepulangan, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyebut.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kaltim, 90 Persen Jamaah Haji Kalimantan Timur Telah Divaksin Covid-19

Baca juga: Jamaah Haji Asal Indonesia Banyak yang Wafat karena Setelah Kena Serangan Jantung

Baca juga: Jamaah Haji Disiapkan Tenda Dilengkapi Kasur Busa, Ini Kata Menteri Agama

Bahwa nantinya akan memberlakukan protokol kesehatan (prokes) Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) untuk jemaah haji.

Kondisi ini diberlakukan semenjak munculnya subvarian baru Omicron yang telah melanda serta kondisi Kaltim sepekan terakhir terlihat adanya peningkatan Covid-19.

Hal ini mengacu pada surat yang dikeluarkan Dirjen P2P Kemenkes RI Nomor SR.03.04/C/3454/2022.

Dalam surat tersebut termuat pengawasan kesehatan bagi jemaah haji yang berangkat ke Arab Saudi dan tiba di tanah air mengacu pada ketentuan perundangan yang berlaku.

Ketentuan tambahan bagi pengawasan kedatangan jemaah haji yaitu debarkasi antara merupakan perpanjangan pintu masuk internasional.

Pengawasan kekarantinaan kesehatan dilakukan saat kedatangan di bandara kedatangan (debarkasi utama).

Selanjutnya perjalanan jamaah haji menuju bandar udara debarkasi hingga ke asrama haji setempat merupakan penerbangan dan perjalanan dengan sistem tertutup.

Tidak berinteraksi dengan masyarakat pelaku perjalanan lainnya.

Baik di debarkasi utama dan antara, pengambilan spesimen dan pemeriksaan kesehatan lanjutan dilakukan apabila ditemukan jamaah haji yang demam.

Memiliki gejala dan tanda berkaitan dengan Covid-19 maupun penyakit dan atau faktor risiko kesehatan masyarakat lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved