Berita DPRD Samarinda

Imbas BBM Langka, DPRD Samarinda Panggil Pertamina

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda H Laila Fatiha, SE, M.Si ungkap keresahannya atas langkanya BBM jenis pertalite.

Penulis: Sarikatunnisa | Editor: Aris
Tribun Kaltim/Sarikatunnisa
Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda H Laila Fatiha, SE, M.Si ketika dikunjungi di ruangannya Rabu (20/7/2022) 

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda H Laila Fatiha, SE, M.Si ungkap keresahannya atas langkanya BBM jenis pertalite.

Mulanya H Laila Fatiha kebingungan melihat SPBU di jalan Slamet Riadi sudah sepi disekitar pukul 13.00 siang hari.

Melihat pemandangan yang tidak biasa itu H Laila Fatiha bertanya kepada pekerja SPBU mengenai penyebabnya.

Pekerja tersebut kemudian menjelaskan alasan sepinya pom bensin adalah karena memang ada pengurangan jatah pertalite di setiap SPBU dari Pertamina.

Baca juga: Sepak Bola All Star Cup U21 Kutai Barat, Bukan Bertujuan Mencari Sang Pemenang

Jadi yang tadinya 25.000 liter dikurangi masing-masing SPBU hanya mendapatkan jatah 18.000 liter. “wajar dong terjadi antrian” ujar H Laila Fatiha.

“Nanti kalau hearing dengan Pertamina saya akan mempertanyakan apa dasar mereka melakukan pengurangan jumlah pertalite disetiap SPBU” ungkapnya.

H Laila Fatiha menilai itu penting karena ini yang menyebabkan antrian. “sudah naik kemudian langkah, ini kan akhirnya masyarakat menjadi panik” jelasnya.

Ini kemudian diperparah dengan adanya oknum yang mengambil keuntungan melalui pertamini.

Baca juga: Wartawan Alami Intimidasi Saat Liputan, Pemred Bangka Pos Layangkan Nota Protes ke Kejati Babel

H Laila Fatiha juga menilai Pertamina terlalu lembek. Karena terlihat tidak mau tau terhadap kelakuan oknum-oknum yang mengambil keuntungan dari kelangkaan pertalite.

“Polisi sudah turun, kemudian dari pemerintah kota sudah turun, kemudian tindakan Pertamina apa?” tanyanya.

H Laila Fatiha juga menyampaikan, kalau memang telah ada SPBU yang disanksi maka Pertamina perlu mem-publish untuk memberikan tekanan terhadap SPBU yang lain agar tidak turut melayani oknum itu.

Baca juga: Wanita Muda di Samarinda Ilir Ditemukan Tewas dalam Kondisi Tangan Terlilit Kabel 

“Bukannya saya menghalangi orang mencari rezeki ya, tapi kan dampak sosial dampak keselamatan terhadap lingkungan sekitarnya itu lebih besar” jelasnya.

Melihat kondisi kelangkaan tersebut Komisi II DPRD Samarinda sudah mengagendakan untuk melaksanakan hearing dengan Pertamina di hari Senin (1/8/2022). (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

 

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved