Berita Samarinda Terkini

Soal 21 IUP Diduga Palsu, Wagub Hadi Mulyadi : Belum Masuk Kerugian Negara

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi sebut dugaan 21 IUP palsu bertanda tangan Gubernur Kaltim Isran Noor dikatakan belum masuk dalam kerugian negara.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Aris
Tribun Kaltim/Fairuz
Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi saat ditemui, Kamis (28/7/2022) soal dugaan 21 IUP palsu. (Tribun Kaltim/Fairuz) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dugaan 21 IUP palsu bertanda tangan Gubernur Kaltim Isran Noor dikatakan belum masuk dalam kerugian negara.

Secara eksplisit Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi saat ditemui mengungkapkan bahwa belum ada kerugian negara akibat hal tersebut.

Baca juga: Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Hasil Autopsi Kopda Muslimin Diduga Tewas Usai Tenggak Racun

Saat disinggung apa langkah Pemprov Kaltim terkait ini, Hadi Mulyadi menyampaikan bahwa dalam hal ini Gubernur Kaltim sebagai pihak yang dirugikan, publik juga harus melihat respon orang nomor satu di Benua Etam tersebut.

"Tapi apakah secara materi ini merasa dirugikan, kan belum sampai kesitu," ungkapnya.

Baca juga: Sidak Antrean BBM di SPBU, Polresta Samarinda Dapati Enam Kendaraan dengan Tanki Modifikasi

"Ini kan baru surat, yang kemudian diketahui palsu kan, jadi belum ada kerugian negara," imbuh Hadi Mulyadi.

Lebih lanjut ditanya terkait ada kesalahan administrasi, Hadi Mulyadi mengiyakan ini dan tentu pihaknya akan objektif dalam melihat akar permasalahan.

Baca juga: Pemprov Kaltim Sebut DBH Kelapa Sawit Belum Diakomodir Pemerintah Pusat

Sembari menegaskan bahwa terkait hal tersebut tidak ada kerugian negara akibat dugaan pemalsuan IUP ini.

"Iya secara administrasi, nah kalau ini (administrasi) bermasalah kan nanti siapa yang melakukan itu, apakah ditindaklanjuti atau tidak. Karena belum ada kerugian negaranya," pungkas Hadi Mulyadi. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS 

 

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved