Berita Nasional Terkini

Penyebab 60 Warga Ganjar Pranowo Disekap di Kamboja, Terkait Investasi Palsu

Sebanyak 60 Warga WNI asal Jawa Tengah disekap di Kamboja. KBRI Phnom Penh masih bekerja sama dengan pihak Kepolisian Kamboja untuk menjemput.

YouTube KOMPASTV
Ganjar Pranowo - Sebanyak 60 Warga WNI asal Jawa Tengah disekap di Kamboja. KBRI Phnom Penh masih bekerja sama dengan pihak Kepolisian Kamboja untuk menjemput. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kronologi 60 orang warga Ganjar Pranowo disekap di Kamboja, terkait investasi palsu.

Sebanyak 60 Warga Negara Indonesia (WNI) asal Jawa Tengah disekap di Kamboja.

Hingga saat ini, pihak KBRI Phnom Penh masih bekerja sama dengan pihak Kepolisian Kamboja untuk menjemput ke 60 Warga Negara Indonesia tersebut.

Baca juga: Peluang Anies dan Ridwan Kamil Berebut Suara Gen Z di Citayam Fashion Week? Bedanya dengan Ganjar

Baca juga: Sejak Menjabat Gubernur, Ganjar Pranowo Berhasil Pulihkan 251.037 Hektare Lahan Kritis di Jateng

Kepolisian RI mengungkap bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) yang disekap di Kamboja bertambah menjadi 60 orang. WNI itu diduga merupakan korban penipuan dengan modus penempatan kerja.

"Data terakhir menunjukkan bahwa warga negara Indonesia yang disekap bukan sejumlah 53 Orang namun bertambah menjadi 60 orang," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Sabtu (30/7/2022).

Brigjen Pol Ahmad Ramadhan menuturkan, atase Polri telah melaksanakan koordinasi langsung dengan Atase Pertahanan KBRI Kamboja Kolonel Rizal terkait penanganan terhadap 53 WNI yang diduga disekap di wilayah Kamboja.

Menurutnya, atase Polri telah juga melakukan komunikasi dan koordinasi dengan fungsi protokol atas nama Teguh Adhi Primasanto.

Hasilnya, pihak kepolisian Kamboja telah berhasil berkomunikasi dengan perwakilan WNI yang sedang disekap.

"Ke-60 Warga negara Indonesia tersebut saat ini di lokasi Phum 1, Preah Sihanouk, Cambodia titik koordinat 10°37'33.0"N 103°30'08.7"E," jelas Ramadhan.

Hingga saat ini, pihak KBRI Phnom Penh masih bekerja sama dengan pihak Kepolisian Kamboja untuk menjemput ke 60 Warga Negara Indonesia tersebut.

Korban Penipuan Perusahaan Investasi Palsu

Sebelumnya Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah menindaklanjuti dugaan penyekapan 53 Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja.

Kepala Disnakertrans Sakina Rosellasari, mengatakan telah berkoordinasi dengan Direktur Pelindungan WNI Kemenlu yang hasilnya KBRI Pnom Penh telah menerima informasi mengenai WNI yang dilaporkan menjadi korban penipuan perusahaan investasi palsu di Sihanoukville, Kamboja.

Baca juga: Kunjungi SMKN Jawa Tengah di Purbalingga, Gubernur Ganjar Tegaskan Pentingnya Investasi SDM

KBRI telah menghubungi pihak Kepolisian Kamboja untuk permohonan bantuan pembebasan sambil terus menjalin komunikasi dengan para WNI tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved