Berita Berau Terkini

Kondisi Akses Menuju Wisata Belum Mulus, Warga Kampung Wisata Merasa Minta Dukungan Pemkab Berau

Meski memiliki jati diri sebagai Kampung Pariwisata, Kampung Merasa masih perlu akses jalan yang benar, untuk memudahkan para wisatawan.

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Aris
Tribun Kaltim/Renata
Lokasi jalan masuk Kampung Merasa yang masih belum di aspal dan bebatuan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Meski memiliki jati diri sebagai Kampung Pariwisata, Kampung Merasa masih perlu akses jalan yang benar, untuk memudahkan para wisatawan.

Kepala Kampung Merasa, Yafet Tingai sebelumnya mengapresiasi banyaknya support dari Pemkab Berau, mengenai beberapa bantuan dari pembangunan jembatan, maupun air bersih. Namun, masalah jalan memang masih dikeluhkan oleh masyarakat setempat.

Saat ini, pihaknya mengetahui bahwa Kecamatan Kelay termasuk kampungnya banyak wilayah Kawasan Budidaya Kehutanan (KBK). Dan menurutnya, hal itu yang menjadi kendala pemerintah belum bisa mewujudkan sisa pembangunan jalan masuk yang masih berupa bebatuan.

Baca juga: Longsor di Stadion Mini Olimpik Berau, Merusak Pagar hingga Ancaman dari Tebing Gunung

“Kami berharap besar untuk pembangunan jalan, karena beberapa waktu lalu, Pemkab Berau juga pernah datang langsung, dan melihat banyak potensi wisata,” bebernya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (3/8/2022).

Yafet menilai, Pemkab Berau seharusnya mendukung pembangunan kampung, khususnya fasilitas yang bersifat vital. Kampung sendiri juga tidak memiliki banyak anggaran untuk membangun jalan.

Di kampung Merasa, juga banyak objek wisata yang dituturkan Yafet, seperti terdapat Goa Mulut Besar, Kolam Bawan Batu, Pulau Orang Utan, Air Terjun Jenum, Pulau Malam Minggu, Kuburan Dayat Tua dan yang baru saja diresmikan Pemkab Berau, yakni Pusat Penyelamatan Satwa.

Baca juga: Cuaca Berau Hari Ini Rabu 3 Agustus 2022, Langit Cenderung Berawan di Siang hingga Malam Hari

Apalagi, diakui Yafet, saat ini Merasa sangat dekat dengan Kecamatan Kota Tanjung Redeb. Biasanya tiap akhir pekan, salah satu wisata air terjun bawan batu banyak dikunjungi masyarakat.

Selain menunjang sektor pariwisata, satu-satunya akses darat menuju Kampung Merasa ini juga menopang mobilitas masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari yang didapat dari luar kampung.

"Banyak juga warga kita yang berprofesi sebagai petani kakao, mereka juga harus membawa hasil panen keluar kampung untuk dijual," tandasnya.

Baca juga: Masih Banyak Pengangguran, Bupati Berau Minta Perusahaan Terima Tenaga Lokal

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Berau, Gamalis mengakui bahwa kawasan Kecamatan Kelay memang banyak lahan yang berstatus KBK. Namun, bukan berarti Pemkab Berau tidak melakukan peningkatan.

“Kalau masalah terkendala KBK, memang agak susah, tapi bukan berarti kami tutup mata,” jelasnya.

Gamalis mengatakan, sesuai informasi, jalan poros itu sepanjang 10,9 Kilometer, sedangkan yang bukan KBK sepanjang 3 Kilometer. Lalu yang belum diaspal sepanjang 1,4 Kilometer.

Baca juga: Diikuti Tenaga Pendidik di Berau, PT Berau Coal Gelar Pelatihan Gerakan Sekolah Menyenangkan

Jalan poros yang berstatus KBK akan diupayakan untuk dilakukan perubahan status. Hal itu agar dapat meningkatkan daya tarik wisatawan berkunjung ke Kampung Merasa.

Karena jika akses jalan sudah ditingkatkan, maka jumlah kunjungan para wisatawan pun semakin meningkat. Lalu, masyarakat sekitar dapat mandiri secara ekonomi.

“Semoga bisa dibebaskan dan dilakukan pengaspalan. Agar masyarakat dapat merasakan jalanan aspal,“ katanya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved