Berita Nasional Terkini

Kasus Sembako Bansos yang Dikubur, Polisi Sebut Tak Ada Unsur Pidana, Masyarakat dan Negara Tak Rugi

Update kasus sembako bansos yang dikubur, polisi sebut tak ada unsur pidana, masyarakat dan negara tak dirugikan.

KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Beras bantuan sosial tersebut ditimbun di Depok, diduga dipendam 2 tahun lalu saat awal Covid-19 di Indonesia. Update kasus sembako bansos yang dikubur, polisi sebut tak ada unsur pidana, masyarakat dan negara tak dirugikan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Update kasus sembako bansos yang dikubur, polisi sebut tak ada unsur pidana, masyarakat dan negara tak dirugikan.

Ditemukannya sembako bansos berupa beras sebanyak 3,4 ton yang dikubur di Depok, sempat bikin heboh.

Polisi pun langsung turun tangan mengusut sembako bansos yang dikubur itu.

Baca juga: Mensos Risma Angkat Bicara soal Sembako Bansos Terkubur di Depok: Bukan Zaman Saya

Baca juga: Polisi Dalami Dugaan Penimbunan Sembako Bantuan Presiden, Begini Kronologi Versi Pemilik Lahan

Polda Metro Jaya mengumumkan hasil pemeriksaan terkait kasus sembako bantuan presiden (banpres), yang terkubur di Lapangan KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Seperti diberitakan sebelumnya, sembako banpres tersebut terkubur di tanah kedalaman 3 meter.

Sembako tersebut disebutkan termasuk adanya beras.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan mengatakan bahwa benar berdasarkan hasil penyidikan di lapangan yang dilakukan oleh penyidik ditemukan sebanyak 3,4 ton beras yang dikubur.

Pihak juga menyampaikan beras bantuan ini merupakan program pemerintah dalam hal ini bantuan Presiden Republik Indonesia untuk masyarakat yang terdampak covid-19 di wilayah Jabodetabek.

Bantuan tersebut merupakan alokasi bulan April 2020 sampai dengan Desember 2020.

Kemudian, disebutkan Kombes Endra Zulpan dalam penyalurannya ujung tombaknya oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dan bekerja sama dengan Bulog.

Kemudian juga adanya penunjukkan vendor melalui mekanisme lelang sebagai penyalur.

Lantas vendor yang memenangkan lelang tersebut bekerja sama lagi dengan JNE untuk pengiriman kepada masyarakat yang berhak menerima bantuan sosial.

"Terkait beras yang ditanam sudah dilakukan beberapa pemeriksaan terhadap pihak terkait baik dari Kemensos, Bulog dan dari PT pemenang, termasuk JNE," ungkapnya Kombes Zulpan, dikutip Tribunnews dari tayangan YouTube Kompas TV, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Viral Beras Bansos Presiden Ditimbun di Depok, Rocky Gerung: Ini Terhubung dengan Manipulasi Data

"Sampai saat ini tidak ditemukan adanya unsur pidana di dalamnya, kemudian beras yang ditanam ini adalah beras yang rusak."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved