Liga Italia
Berita Inter Milan: Nerazzurri Kian Pede Rebut Scudetto, Duet Maut Lukaku dan Martinez Jadi Kuncinya
Nerazzurri julukan Inter Milan kian pede rebut Scudetto, duet maut Lukaku dan Martinez disebut akan jadi kuncinya.
TRIBUNKALTIM.CO - Berita Inter Milan terbaru, Nerazzurri julukan Inter Milan kian pede rebut Scudetto, duet maut Lukaku dan Martinez disebut akan jadi kuncinya.
Runner up Seria A musim lalu, Inter Milan menatap Liga Italia 2022/2023 dengan kepala tegak.
Pasalnya, striker andalan mereka, Romelu Lukaku telah mereka pulangkan dari Chelsea dengan status pinjaman.
Romelu Lukaku bersama Inter Milan memang memiliki kenangan manis yang membuat sang pemain gagal move on, bahkan sampai memengaruhi performanya di Chelsea.
Baca juga: Berita Liga Italia: Si Anak Hilang kembali ke AC Milan, Jadi Pemain Penting Pengganti Franck Kessie
Baca juga: Update Liga Italia: Butuh Dana Segar Imbas Kedatangan CDK, AC Milan Lepas Bennacer ke Premier League
Bahkan Romelu Lukaku sempat memberi komentar cukup menohok terkait karirnya bersama The Blues.
Dikutip dari Tribunnews.com, ia sempat mengeluhkan sistem permainan yang diterapkan Thomas Tuchel yang kontribusi golnya untuk Chelsea tak seproduktif kala ia masih berseragam Inter Milan.
"Secara fisik saya baik-baik saja, namun saya tak nyaman dengan situasi di Chelsea," kata Lukaku dilansir Sky Sports.
"Tuchel memilih menggunakan sistem yang lain, tapi saya akan tetap profesional saya akan bekerja lebih keras," lanjutnya.
Ya, sebelum Lukaku sukses mencetak dua gol di dua pertandingan berturut-turut di Liga Inggris, ia sempat mengalami paceklik gol yang berkepanjangan.
Seakan kehilangan tajinya, Romelu Lukaku mengalami paceklik gol di 12 laga Chelsea, baik di kancah domestik maupun kontinental.
Nama Romelu Lukaku tak tercatat di papan skor ketika Chelsea bertanding melawan Tottenham Hotspur, Aston Villa, Manchester City, Juventus, Southampton, Brentford, Malmo, Manchester United, Watford, dan West Ham.
Baca juga: Update Liga Italia: Imbas Kegagalan Rekrut Renato Sanches, 3 Gelandang Jangkar Jadi Buruan AC Milan
Alasan Lukaku Jeblok di Chelsea tapi Gacor Bersama Inter Milan
Selama 2 bulan lebih Lukaku tak menyumbangkan satu gol pun untuk The Blues, tiga laga terakhir yang disebutkan di atas adalah pertandingan yang ia jalani setelah mengalami cedera.
Thomas Tuchel pun beralasan bahwa ia masih beradaptasi dengan stiker barunya tersebut, juru taktik asal Jerman itu juga menambahkan bahwa lukaku terlalu banyak dimainkan di musim ini.
ketika harus menjadi juru gedor Chelsea, Lukaku juga menjadi tumpuan Timnas Belgia di lini depan.
Alasan Tuchel memang ada benarnya, namun, jika dilihat dari kualitas Romelu Lukaku, seharusnya ia tak kesulitan dalam urusan merobek jala gawang lawan, performanya di Inter begitu sempurna.
Hal tersebut-lah yang menjadi alasan Chelsea berani mengeluarkan dana yang tak sedikit untuk memboyongnya, dan Tuchel pun mengakui kualitas strikernya itu.
“Dia (Lukaku) adalah atlet yang fantastis dan pria yang kompetitif sehingga dia ingin memenangkan segala hal," Kata Tuchel dilansir The Guardian.
Lantas, melihat aspek tersebut, beberapa asumsi menyalahkan Thomas Tuchel yang dirasa tak mampu memaksimalkan kemampuan Lukaku, salah satunya Antonio Conte.
"Jika Anda memiliki penyerang tengah seperti Lukaku, anda perlu menggunakan dia, dan saya rasa Chelsea belum menemukan cara untuk menggunakannya," kritik tajam Conte dilansir Goal.
Baca juga: Update Liga Italia: Imbas Kegagalan Rekrut Renato Sanches, 3 Gelandang Jangkar Jadi Buruan AC Milan
Ya, Lukaku memang dibuat garang oleh Antonio Conte, jika di Manchester United Lukaku mengalami paceklik, penampilannya di Inter Milan begitu tajam.
Sempat dianggap terlalu mahal saat mendarat di San Siro, nyatanya polesan tangan dingin Conte mampu membuat Lukaku menjadi penyerang sohor yang namanya disejajarkan bersama Ronaldo dan Immobile di Liga Italia musim lalu.
Dari 44 pertandingan bersama Inter Milan di musim 2020/2021, pria asal Belgia itu sukses mencetak 30 gol dan 10 assist untuk Nerazzurri.
Itulah yang nampaknya membuat Lukaku begitu nyaman bermain di Inter Milan dan memberi komentar yang membuat Chelsea 'cemburu'.
"Saya selalu bilang bahwa Inter selalu di hati saya, saya tahu saya akan kembali ke Inter, saya harap demikian," tambahnya.
"Saya jatuh cinta dengan Italia, ini adalah waktu yang tepat untuk bicara dan biarkan orang tahu apa yang terjadi," pungkas Lukaku.
Di Inter Milan, Conte menduetkan pemain Lukaku bersama Lautaro Martinez yang lebih dominan berada di lini tengah. Hal tersebut membuat Lukaku bermain lebih fleksibel.
Striker berbadan tambut tersebut, banyak bergerak di sisi kiri, kanan, hingga menjemput bola sampai ke tengah.
Hal tersebut membuat Lukaku mampu mencari ruang-nya sendiri untuk menciptakan gol, dan hal tersebutlah yang tak terlihat di Chelsea.
Baca juga: Transfer Liga Italia: Move On dari Renato Sanches, AC Milan Gerak Cepat Amankan Gelandang Senegal
Tuchel dengan pakem 3-4-3 dan 3-5-2 andalannya, sering menduetkan Lukaku bersama Werner. Masalahnya adalah, Werner bukanlah pemain yang nyaman berada di kotak penalti.
Itu membuat Lukaku lebih dioptimalkan oleh Tuchel untuk berada lebih banyak berdiri di kotak 16, tentu hal tersebut berpengaruh pada ketajaman sang pemain.
Musim lalu, dilansir FBref, shots total Lukaku berada di angka 2.45 per pertandingan, jauh turun dibandingkan musim lalu saat dirinya masih bermain untuk Inter, shots total Lukaku mencapai angka 3.78 per pertandingan.
Kini, sang bomber sudah kembali ke pelukan mantan terindahnya, Inter Milan. Peduli setan dengan penampilan meredupnya di Chelsea, Lukaku kembali menatap ketajaman bersama Barella cs.
Scudetto bisa saja Lukaku hadirkan untuk Nerazzurri seperti yang sudah ia lakukan di musim 2020/2021.
(*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.