Berita Samarinda Terkini

Dishub Samarinda Minta Masyarakat Patuh Bayar Parkir Non Tunai di Tiga Ruas Jalan

Dinas Perhubungan Samarinda, Manalu membantah adanya kebocoran Pendapatan Asli Daerah dari retribusi parkir

Penulis: Sarikatunnisa | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Seorang warga sudah terbiasa membayar parkir secara non tunai. TRIBUNKALTIM.CO/HO/Dishub Samarinda Manalu 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Dinas Perhubungan Samarinda, Manalu membantah adanya kebocoran Pendapatan Asli Daerah dari retribusi parkir.

"Sebenarnya tidak ada kebocoran, kalau kita bisa bisa secara data ilmiah" ujar Manalu saat dikonfirmasi melalui panggilan seluler.

Hal tersebut didasarkan pada pencatatan keuntungan sebelum dan setelah bekerjasama dengan Varia Niaga.

Sebelum dikerjasamakan dengan Varia Niaga sektor PAD senilai Rp 27 Juta sebulan dengan kewajiban yang dikeluarkan oleh dinas 20 juru parkir sebesar Rp 20 Juta, sehingga kalau dihitung perimbangannya Rp 7 juta.

"Nah ketika dengan perusda Varia Niaga jukir tidak perlu kita bayar lagi gajinya karena jukir tersebut gajinya diserahkan ke Perumda Varia Niaga, 20 orang kan" ujarnya.

Baca juga: Buntut Kebocoran PAD Retribusi Parkir, Komisi II DPRD Samarinda Minta Varia Niaga Klarifikasi

Baca juga: Komisi II DPRD Samarinda Soroti Kebocoran PAD Kota Samarinda dari Retribusi Parkir Dan Reklame

Baca juga: Grand Opening Sentra Mobil, Kadin Kota Balikpapan Adakan Lomba Mewarnai di Gedung Parkir Klandasan

"Dengan pola-pola misalnya 30 persen dari pendapatkan melalui tab.yang masuk ke Pemda atau ke Dishub 13 juta, berartikan sebenarnya kita untungkan" sambungnya.

Disamping itu Manalu mengaku dirinya terjun sendiri kelapangan, ke ruas jalan Jl Pang Lima Fatur, Jl KH Khalid, dan Jl Diponegoro.

"Ada memang juru parkir yang tidak mau nge-Tab atau menyoilisasikan atau menyampaikan kepadap masyarakat pakailah pembayaran parkir secara non tunai" ujarnya.

"Tetapi ada juga masyarakat ketika juru parkir menawarkan ID Card mereka tidak mau tetap pakai uang tunai" tambahnya.

Manalu meminta masyarakat berperan membangun kota Samarinda dengan ikut mengurangi tingkat kebocoran PAD dari sektor parkir.

"Bilamana ada Jukir yang tidak menawarkan atau tidak mau ketika masyarakat mau membayar parkir secara non tunai itu segera laporkan ke IG kami atau ke dinas perhubungan" tegasnya.

Menindak lanjuti hal tersebut Dishub sudah melaksakan rapat bersama dengan Jukir dan Varia Niaga.

Baca juga: Prediksi Leg 2 Final Piala Presiden 2022: Taktik Parkir Bus Arema FC Jadi Sorotan, Borneo FC Ofensif

Manalu menekankan bahwa bisa saja nanti disampaikan rekomendasi ke Pak Wali Kota, bila mana tidak tercapai target retribusi parkir mungkin bisa dipecat atau diganti dengan Jukir lain.

Sehingga Manalu merasa saat ini hanya perlu sosialisi ke masyarakat karena masih ada juga masyarakat yang tidak berkenan dengan sistem non tunai. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved