Berita Penajam Terkini

Potensi Perikanan PPU Cukup Besar, Namun Tak Didukung Pangkalan Pendaratan Ikan yang Representatif

Tangkapan nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara cukup besar, namun yang masuk ke PPU hanya sedikit, karena belum ada Pangkalan Pendaratan Ikan.

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Aris
Tribun Kaltim/Nita
PPI di Desa Api-api yang tidak digunakan nelayan, tempat mendarat dan tempat angkut ikan cukup jauh 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) cukup besar, namun yang masuk ke PPU hanya sedikit, lantaran tidak adanya Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) ataupun Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang representatif di PPU.

Selama ini, hanya ada satu PPI yang terletak di Desa Api-api Kecamatan Waru. Namun PPI tersebut tak bisa digunakan maksimal oleh para nelayan.

Akibatnya, para nelayan rata-rata langsung mendaratkan ikan hasil tangkapan mereka ke Balikpapan ataupun Samarinda.

Baca juga: Efek Pembangunan IKN Nusantara di Kaltim untuk Status Jembatan Pulau Balang Balikpapan-Penajam

"Memang kita juga mengakui kelemahan kita belum adanya PPI yang representatif di PPU, dan itu ketika ada dan didukung oleh ruang pendingin untuk penyimpanan ikan saya pikir, semuanya akan mudah untuk dilakukan pendataan," ungkap Kepala Dinas Perikanan PPU Andi Trasodiharto, Selasa (9/8/2022).

Andi Trasodiharto mengungkap, bahwa nelayan enggan sandar dan mendaratkan hasil tangkapannya di PPI tersebut, lantaran tempat mendaratnya ikan, berjarak cukup jauh dengan lokasi angkut.

Selain itu, ombak disekitar daerah tersebut juga cukup besar, dan tidak ada penahan ombak seperti Bronjong yang memadai. Sekitaran tempat pendaratan juga telah mengalami pendangkalan.

Baca juga: Update Covid-19 di Penajam Paser Utara Hari Ini, Selasa 9 Agustus 2022, Satu Pasien Sembuh

"Persoalannya rata-rata nelayan kami tidak bersedia mendarat disana karena memang tempat daratnya sangat tidak memungkinkan sebab sangat jauh dari tempat angkutnya," jelasnya.

Harusnya, kata dia karena merupakan kewenangan pemerintah provinsi, bisa dibuatkan kolam labuh agar perahu nelayan, tidak rusak akibat ombak jika sandar di sekitar PPU Api-api itu.

"Saran kami untuk dibangun PPI ada semacam kolam labuh, jadi kapal-kapal pada musim selatan bisa dilihat kapal-kapal disana tidak akan mau mendarat karena memang ombaknya pecah, jadi langsung mendaratkan di wilayah teluk seperti Muara Tunan," katanya.

Baca juga: Cuaca Penajam Paser Utara Hari ini, Selasa 9 Agustus 2022, Didominasi Cenderung Berawan 

Sangat disayangkan menurut Andi Trasodiharto jika PPI yang telah ada itu tidak dimaksimalkan. Disana telah dilengkapi juga dengan Solar Pack Dealer Nelayan (SPDN) serta pabrik es meskipun masih skala kecil. Akses ke pesisir Api-api juga cukup memadai, serta dekat dengan jalan raya.

Produksi perikanan di PPU yang bisa di data saat ini mencapai 7 ribu hingga 8 ribu ton per tahun. Jumlah tersebut diperkirakan lebih banyak, apabila nelayan berpusat mendaratkan hasil tangkapannya di PPU.

Lanjut dia, potensi itu juga bisa dimaksimalkan, karena garis pantai di PPU ada sekitar 151 Kilometer (Km).

Baca juga: Komunitas Gembel Penajam Gelar Lomba Sastra sebagai Upaya Tingkatkan Semangat Literasi Pemuda PPU

"Sangat disayangkan kalau di Api-Api tidak dilakukan percepatan pembangunan PPI itu, karena disana sudah ada SPDN solar, pabrik es juga ada walaupun skalanya belum besar. Tinggal membangun kolam labuh," paparnya.

"Garis pantai Penajam kurang lebih 151 Km, dengan potensi tangkap yang luar biasa, kalau kita lihat memang data-data kami ini luar biasa produksinya," bebernya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved