Berita Kutim Terkini

Jalan APT Pranoto di Sangatta Kutim Rusak, Antrean Kendaraan Isi BBM Bikin Akses Kian Sempit

Antrean bahan bakar di bilangan Jalan APT Pranoto, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur dikeluhkan oleh sejumlah pihak

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Kerusakan jalan di APT Pranoto Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Antrean bahan bakar di bilangan Jalan APT Pranoto, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur dikeluhkan oleh sejumlah pihak.

Camat Sangatta Utara, Hasdiah mengatakan bahwa persoalan antrean ini berdampak pada penyempitan jalan yang berpotensi memicu adanya kecelakaan.

Selain itu, jalan yang hancur dipenuhi lubang membuat kawasan tersebut semakin memprihatinkan dan selalu dikeluhkan oleh masyarakat sekitar.

“Jalan di APT Pranoto itu semakin hancur disebabkan banyaknya antrean-antrean BBM di jalan itu,” ujarnya, Rabu (10/8/2022).

Dirinya berharap akan ada solusi dan jalan keluar dari problematika yang ada di kawasan tersebut, sebab hal ini menjadi persoalan yang lama berlarut-larut.

Baca juga: Pemkab Kutim Bakal Perbaiki Jalan Poros Rantau Pulung-Batu Ampar, Target Rampung November Mendatang

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang mengatakan bahwa pemerintah bersama pihak terkait, telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi persoalan ini.

Salah satunya dengan meminta penambahan kuota bahan bakar demi mengurai kemacetan kendaraan terutama truk-truk solar di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakan Umum di Sangatta.

Bahan bakar ditengarai menjadi persoalan utama yang kemudian merembet ke permasalahan lainnya seperti antrean panjang, penyempitan jalan, bahkan kerusakan jalan.

“Kita akan hitung kembali kebutuhan kita (se-Kutim) dengan melihat kondisi terkini. Sebab dengan kelangkaan BBM ini, ada persoalan-persoalan yang muncul, seperti terjadi kemacetan, hingga ada kecelakaan," ucapnya.

Baca juga: Kutai Timur Menuju Mandiri Pangan Terkendala Ribuan Lahan Tidur dan Minim Tenaga Petani

Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, pihaknya telah melakukan perhitungan kebutuhan BBM yang akan diserahkan ke Pemerintah Pusat agar mendapat tambahan kuota.

Jika persoalan kebutuhan bahan bakar bisa teratasi, diharapkan bisa mengurai antrean dan meminimalisir penyempitan dan penyebab kerusakan jalan di kawasan tersebut. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved