Berita Nasional Terkini

3 Dampak dari Perubahan Iklim, Presiden Jokowi Berpesan Perlu Antisipasi Sedini Mungkin

Isu perubahan iklim semakin santer di tengah masyarakat lantaran perubahan iklim diibaratkan sebagai ancaman bagi masyarakat dunia. 

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI Situasi ancaman perubahan iklim, kurangnya vegetasi hijau alam asri. Presiden Joko Widodo mengingatkan, bahwa perubahan iklim tidak bisa disepelekan, karena saat ini sudah memasuki kategori kritis dan penting untuk menjadi isu utama yang perlu diatasi bersama. TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO 

- Bencana alam yang semakin sering dan semakin ekstrem terjadi;

- Iklim yang berubah drastis di berbagai wilayah;

- hingga cuaca ekstrem yang semakin sering.

Salah satu masalah bencana alam yang ada di depan mata yang bisa terjadi sebagai dampak dari perubahan iklim lainnya adalah ketahanan pangan.

Lebih dari 500 juta petani usaha kecil yang memproduksi lebih dari 80 persen sumber pangan dunia, merupakan kelompok yang paling rentan terhadap perubahan iklim.

Jika kelompok petani ini terancam akibat perubahan iklim, maka diprediksikan akan ada sekitar 13 juta orang kelaparan akibat terhambatnya rantai pasok dunia.

"Ini persoalan yang sangat serius, perlu penaganan yang komprehensif, perlu antisipasi sedini mungkin, secepat-cepatnya dan sebaik-baiknya," kata Jokowi.

Adapun tindak lanjut tersebut perlu dilaksanakan dengan melibatkan multi sektor dan pihak terkait, untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim terhadap ketahanan dan kedaulatan pangan.

"Kita perlu memiliki kebijakan dan sistem yang teruji dan tangguh untuk menjamin ketahanan pangan secara merata dan berkesinambungan tentang sistem peringatan dini ketika bencana terjadi," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, perubahan Iklim telah berada pada batas kondisi kritis yang akan menjadi tantangan besar bagi Indonesia.

Berbagai kejadian ekstrem dan bencana hidrometeorologi mengakibatkan aktivitas pertanian dan perikanan semakin rentan terganggu, gagal, dan bahkan mengancam produktivitas hasil panen dan tangkap ikan, serta mengancam keselamatan para petani dan nelayan.

Situasi ini dikhawatirkan mengancam ketahanan pangan dan dapat mengganggu kedaulatan pangan.

Untuk menghadapi hal tersebut, lanjut Dwikorita, sejumlah jurus diterapkan BMKG sebagai berikut.

Pertama, dengan penyiapan sumber daya manusia yang unggul, melalui berbagai program tugas belajar ke jenjang S3, juga training/pelatihan, magang atau internship.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved