Pilpres 2024

Peluang Prabowo di Pilpres 2024, Dibandingkan Cak Imin, Khofifah Disebut Lebih Cocok Jadi Cawapres

Bagaimana peluang Prabowo di Pilpres 2024? Dibandingkan Cak Imin, Khofifah disebut lebih cocok jadi cawapres yang mendampingi Prabowo

Instagram cakiminow
Prabowo Subianto dan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin saat deklarasi koalisi Gerindra dan PKB. Bagaimana peluang Prabowo di Pilpres 2024? Dibandingkan Cak Imin, Khofifah disebut lebih cocok jadi cawapres yang mendampingi Prabowo 

Namun, ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mendulang suara maksimal.

"Pertama meyakinkan calon koalisi bahwa dia bisa menang, catatannya kan kalah terus," kata Hendri, Sabtu (13/8/2022), seperti dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com

Kedua, Prabowo juga harus bisa meyakinkan pendukungnya bahwa dia akan menang pada Pilpres mendatang.

Baca juga: Peluang Duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024 Kandas? Cak Imin Calon Kuat Cawapres Gerindra-PKB

Akan tetapi, Hendri melihat Prabowo selama menjadi Menteri Pertahanan belum pernah terlihat turun ke lapangan untuk menyapa pendukungnya di dua pemilu sebelumnya.

"Seharusnya dia memanfaatkan kedudukannya bukan hanya untuk melakukan kerja politik elit, tapi juga ke akar rumput," jelas dia.

Ketiga, PR yang benar-benar harus dikerjakan Prabowo adalah meyakinkan penduduk Indonesia bahwa dia serius akan menjadi capres di Pemilu 2024, bukan untuk menjadi menteri bagi siapa pun presiden yang terpilih.

Elektabilitas dan basis dukungan Prabowo

Secara hitungan matematis, Hendri menyebut Prabowo berpeluang memenangi Pilpres 2024.

Sebab, tak ada Jokowi sebagai pesaingnya. Namun, Prabowo harus mewaspadai calon pesaingnya yang juga memiliki elektabilitas tinggi.

"Kalau sekarang tidak ada Jokowi, harusnya dia kan bisa lewat 50 persen dan menang. Tapi sekarang kan elektabilitasnya baru berada di angka 30 persen dan ditempel ketat oleh Anies Baswedan," ujarnya.

Sementara itu, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Kurskridho Ambardi mengatakan, peluang Prabowo masih bertumpu pada dukungannya di dua pemilu sebelumnya.

Akan tetapi, dukungan tersebut kemungkinan berubah seiring munculnya kandidat-kandidat baru, seperti Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

"Kemudian, dukungan pemilih muslim yang dulu mendukungnya akan terkoreksi karena sebagian meninggalkannya sejak bergabung dalam kabinet Jokowi," kata Dodi, sapaan akrabnya saat dihubungi secara terpisah, Sabtu.

Baca juga: Prabowo Jadi Presiden Bila Sosoknya Tak Maju, Pengamat Ungkap Lawan Terberat Menhan di Pilpres 2024

Untuk memenangi Pilpres 2024, Dodi menyebut Prabowo perlu meyakinkan pendukungnya bahwa aspirasi mereka benar-benar tertampung.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved