Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Ancaman Inflasi Tinggi jika Harga Pertalite Naik, Pemerintah Perlu Alokasikan Bantalan Sosial

Masyarakat terancam pada gejolak inflasi tinggi, andaisaja harga bahan bakar minyak seperti Pertalite naik

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI Mobil mengisi bahan bakar di SPBU Balikpapan Utara, Kalimantan Timur. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi inflasi akan meningkat jika harga Bahan Bakar Minyak jenis Pertalite naik Rp 10.000 per liter. TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Masyarakat terancam pada gejolak inflasi tinggi, andaisaja harga bahan bakar minyak seperti Pertalite naik. 

Bahan bakar Pertalite sering terdengar mengalami sedikit pasokan, masyarakat di berbagai daerah tertentu mengalami kesulitan mendapatkan Pertalite

Harganya dikabarkan akan naik, pemerintah akan cabut subsidi karena beban keuangan negara. Konskuensi Pertalite harga di pasaran akan naik. 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi inflasi akan meningkat jika harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite naik Rp 10.000 per liter.

Baca juga: Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Fenomena Citra Niaga Fashion Week hingga Wacana Kenaikan Pertalite

Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Letupan Bunker BBM Pertalite di SPBU Bung Tomo Samarinda Seberang

Baca juga: Harga Pertalite Tidak Naik, Pertamina Belum Dapat Arahan Pemerintah untuk Menaikkan

"Direct Impact kenaikan harga Pertalite 30,72 persen menjadi Rp 10.000 per liter ke inflasi dengan mempertimbangkan proporsi Pertalite 80 persen total bensin adalah sekitar 0,93 persen," ujar Josua saat dihubungi, Selasa (16/8/2022).

ILUSTRASI Pengisian bahan bakar minyak atau BBM di SPBU di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.
ILUSTRASI Pengisian bahan bakar minyak atau BBM di SPBU di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Pemerintah juga perlu mengalokasikan bantalan sosial bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar tidak mengalami penurunan daya beli yang signfikan.

Untuk membatasi konsumsi Pertalite dan Solar bersubsidi, pemerintah harus melakukan langkah strategis untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Terdapat dua opsi yakni pembatasan menggunakan teknologi apps MyPertamina dan menaikkan harga BBM bersubsidi," tutur Josua.

Baca juga: Wali Kota Samarinda Respon Isu Kenaikan Pertalite, Andi Harun: Harus Didasari Kajian Komprerhensif

Pembatasan penerima subsidi menggunakan teknologi dapat menjadi pilihan dalam membatasi konsumsi.

Harga Pertalite dan Solar bersubsidi bisa tetap, namun penerimanya terseleksi sehingga menurunkan konsumsi.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved