Berita Penajam Terkini

Kadinkes PPU Sebut Selain Rawan Malaria, Daerah IKN Nusantara Juga Berpotensi Wabah Leptospirosis

Selain menjadi salah satu daerah yang rawan malaria, kini Leptospirosis juga berpotensi terjadi di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Pasar di IKN Nusantara yang berpotensi menjadi sebaran penyakit Leptospirosis. (TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU) 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Selain menjadi salah satu daerah yang rawan malaria, kini Leptospirosis juga berpotensi terjadi di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Hal itu karena beberapa daerah di IKN masih terbilang cukup kumuh.

Hal itu seperti dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Penajam Paser Utara (PPU) dr. Jansje Grace Makisurat kepada TribunKaltim.co.

dr. Grace sapaan akrabnya mengatakan, potensi itu didapatkan berdasarkan hasil survei Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL) Banjarbaru Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Cuaca Penajam Paser Utara Hari Ini, Selasa 16 Agustus, Cenderung Cerah Berawan Sepanjang Hari

"Penelitian dari balai di Banjarbaru bahwa kemungkinan ada infeksi Leptospirosis di daerah IKN," ungkapnya Selasa (16/8/2022).

Ada dua lokasi yang berpotensi terjadi sebaran Leptospirosis, yakni di pasar rakyat Sepaku dua, dan PT IHM.

Kata dr. Grace berdasarkan penelitian, daerah tersebut cukup kumuh dan kepadatan tikus serta lalat cukup tinggi.

Selain itu, ketika terjadi hujan daerah tersebut rawan terjadi genangan air ataupun banjir.

Baca juga: Hamdam Plt Bupati Penajam Paser Utara Bagikan Bendera Merah Putih ke Warga

"Leptospirosis itu yang dibawa oleh tikus karena kotor, kami juga kaget," katanya.

Meski demikian, diakui dr. Grace bahwa belum ada kasus yang ditemukan, hanya saja potensinya cukup besar.

"Itu nanti kalau banjir atau ada genangan air itu bisa kemana-mana, memang belum terdeteksi kasusnya, cuma berpotensi karena itu kan ada di tikus, jadi kemarin mereka penelitian mengambil sampel tikus dipasar dan di IHM, baru mereka survei kepadatan lalat dan juga nyamuk, cukup tinggi," terangnya.

Baca juga: Songsong Pembangunan IKN Nusantara, Peningkatan Kapasitas SDM Penajam Paser Utara jadi Prioritas

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, leptospirosis adalah penyakit yang menular lewat urine atau kencing tikus.

Penyebab leptospirosis berasal dari infeksi bakteri leptospira. Bakteri ini bisa bertahan di dalam genangan air, atau saat banjir.

Penularan leptospirosis dari kencing tikus sampai masuk ke tubuh bisa melalui selaput lendir, seperti mata, hidung, makanan yang tidak bersih.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Bronjong di Penajam Paser Utara, Masih Dalam Penyidikan Polisi

Celah penularan penyakit ini juga dapat masuk ke tubuh lewat kulit yang lecet dan tak sengaja terpapar bakteri leptospira.

Penyakit ini rentan menyerang orang yang tinggal atau beraktivitas di kawasan banjir, berkegiatan di sungai atau danau atau kubangan sawah tanpa alas kaki, atau kontak dengan hewan yang terinfeksi bakteri leptospira. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved