Berita Penajam Terkini

Fuel Card Belum Diterapkan, Pemkab PPU Beri Edaran ke SPBU Tak Layani Pembelian Solar Melebihi Kuota

Plt Bupati PPU Hamdam, menggelar rapat bersama pihak Pertamina, dan pengelola Sistem Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PPU.

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Plt Bupati PPU, Hamdam memimpin rapat membahas kelangkaan solar di PPU. (TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU) 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Menindaklanjuti tuntutan supir truk pada aksi demonstrasi yang berlangsung dihalaman kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU) beberapa waktu lalu, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati PPU Hamdam, menggelar rapat bersama pihak Pertamina, dan pengelola Sistem Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) PPU serta beberapa pihak terkait.

Hamdam mengatakan, bahwa kuota solar bersubsidi yang diberikan untuk Benuo Taka, sudah mencukupi.

Hanya saja, penggunanya yang notabene mengalami peningkatan. Hal itu ditengarai naiknya harga BBM jenis dexlite, sehingga pengguna banyak beralih ke solar subsidi.

Baca juga: Update Covid-19 di Penajam Paser Utara, Rabu 17 Agustus, Tambahan Lima Pasien Sembuh

"Sebenarnya kuota solar bersubsidi kita di PPU sudah over kuota. Kenapa ini bisa terjadi kuota dirasakan tidak ada yang dilapangan oleh pengguna BBM ini, dan strategi apa yang bisa digunakan untuk mengurangi spekulan yang memanfaatkan barang bersubsidi yang bukan haknya," tegas Hamdam Rabu (17/8/2022).

Upaya yang bisa dilakukan agar kuota tersebut mencukupi untuk masyarakat PPU yakni, dengan segera memberlakukan penggunaan fuel card.

Dengan adanya kartu tersebut, maka pembelian BBM solar akan dibatasi, sehingga kuota yang ada bisa merata ke masyarakat.

Baca juga: Cek Jadwal dan Lokasi Vaksin Booster di Penajam Paser Utara Hari Ini, Rabu 17 Agustus 2022

"Karena sudah diberikan kuota oleh pusat, jadi masing-masing SPBU, yang sebanyak enam di PPU, yakni Babulu, Nipah-nipah, Itci, Sotek, paling besar jatahnya di Nipah-nipah, sisanya untuk nelayan," tambahnya.

Pembelian yang dibatasi yakni, untuk kendaraan roda empat pribadi sebanyak 60 liter, roda empat penumpang sebanyak 80 liter, dan roda enam keatas sebanyak 120 liter, setiap harinya.

Tidak hanya itu, kendaraan yang ingin mengisi solar, namun tidak disertai kelengkapan surat atau kir kendaraan dan fuel card, maka tidak akan diberikan kuota solar.

Hal itu kata Hamdan, efektif untuk menghindari adanya spekulan solar yang bermain.

Baca juga: Cuaca Hari ini Kabupaten Penajam Paser Utara, Rabu 17 Agustus, Cenderung Berawan Sepanjang Hari

"Kita bersepakat bahwa cara yang paling efektif untuk menjamin penyaluran BBM bersubsidi sampai ke pihak yang berhak adalah dengan cara fuel card ini," terangnya.

Namun, karena pembuatan fuel card ini masih dalam proses, hingga membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan, maka sementara waktu disetiap SPBU akan diberikan edaran, agar tidak melayani pembelian sesuai batas yang ditentukan.

"Sambil menunggu kartu ini berproses, akan ada edaran di SPBU itu untuk yang berpotensi ada pengetap, dan untuk mengawasi jangan sampai ada yang membeli diluar kuota," pungkasnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved