Selasa, 28 April 2026

Video Viral

Bukan Bantu Lawan Ukraina, Pasukan China ke Rusia Latihan Militer Bersama

Bukan bbantu lawan Ukraina, pasukan China ke Rusia latihan militer bersama

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Faizal Amir

TRIBUNKALTIM.CO - Pasukan China akan melakukan perjalanan ke Moskow untuk mengambil bagian dalam latihan militer bersama yang dipimpin oleh Rusia.

Apakah ini terkait dengan perang Rusia vs Ukraina?

Dilansir dari Tribunnews.com, selain China, latihan militer bersama itu juga akan diikuti oleh beberapa negara, seperti India, Belarus, Mongolia, Tajikistan dan negara-negara lain.

“Partisipasi China dalam latihan bersama itu tidak terkait dengan situasi internasional dan regional saat ini,” kata kementerian pertahanan China dalam sebuah pernyataan.

Bulan lalu, Moskow mengumumkan rencana untuk mengadakan latihan "Vostok" (Timur) dari 30 Agustus hingga 5 September.

Dikatakan pada saat itu bahwa beberapa pasukan asing akan berpartisipasi, tanpa menyebutkan nama mereka.

Dilansir dari Reuters, Kamis (18/8/2022), kementerian pertahanan China juga mengungkapkan bahwa latihan itu merupakan bagian dari perjanjian kerja sama tahunan yang sedang berlangsung dengan Rusia.

"Tujuannya adalah untuk memperdalam kerja sama yang praktis dan bersahabat dengan tentara negara-negara peserta, meningkatkan tingkat kolaborasi strategis di antara para pihak yang berpartisipasi, dan memperkuat kemampuan untuk menanggapi berbagai ancaman keamanan," kata kementerian itu.

Tahun lalu, Rusia dan China telah mengadakan latihan militer bersama yang melibatkan lebih dari 10.000 tentara.

Saat itu, menteri pertahanan Rusia, Sergei Shoigu memuji latihan Sibu/Cooperation-2021 di Ningxia China dan menyarankan mereka dapat dikembangkan lebih lanjut.

Pada bulan Oktober kemarin, Rusia dan China juga mengadakan latihan angkatan laut bersama di Laut Jepang dan beberapa hari kemudian, kapal perang Rusia dan China mengadakan patroli bersama pertama mereka di Pasifik barat.

Sesaat sebelum Rusia menginvasi Ukraina, Beijing dan Moskow telah mengumumkan kemitraan "tanpa batas", meskipun para pejabat AS mengatakan bahwa mereka belum melihat China menghindari sanksi yang dipimpin AS terhadap Rusia atau menyediakannya dengan peralatan militer. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved