Berita Nasional Terkini

Miris 20 Santriwati di Jabar Jadi Korban tak Senonoh, Pelaku Pimpinan Pondok Pesantren

Korbannya sebanyak 20 santriwati dan pelaku tak senonoh ini dilakukan pimpinan pondok pesantren tersebut

Editor: Samir Paturusi
Kompas.com
Ilustrasi-Sebanyak 20 santriwati dan pelaku tak senonoh ini dilakukan pimpinan pondok pesantren tersebut.  

TRIBUNKALTIM.CO- Tindakan tak senonoh kembali menimpa santri di pondok pesantren.

Kali ini menimpa santri di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Korbannya sebanyak 20 santriwati dan pelaku tak senonoh ini dilakukan pimpinan pondok pesantren tersebut. 

Meskipun mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, santriwati-santriwati itu enggan melaporkan ke kepolisian.

Hingga pada akhirnya, seorang santriwati memberanikan diri melaporkan tindakan cabul tersebut ke kepolisian.

Baca juga: Berbuat tak Senonoh ke Anak Didik, Oknum Guru Ngaji di Balikpapan Terancam 15 Tahun Penjara

Baca juga: Kabar Ardhito Pramono Terkini, Video tak Senonoh Mirip Dirinya Beredar, Akun yang Bagikan Hilang

Baca juga: Bukannya Kembalikan Ponsel yang Dicuri, Oknum Mahasiswa di Yogya Malah Minta Tebusan tak Senonoh

"Kami akan melaporkan suatu kejadian pencabulan di Katapang dimana yang melakukan adalah oknum yang mengatasnamakan dirinya ustaz dengan modus operandi memanfaatkan ketakzimannya antara santri kepada seorang guru pemuka agama."

"Dimana oknum ini menggunakan kesempatan untuk melakukan pencabulan dan pelecehan seksual yang dilakukan di beberapa tempat baik di pesantren maupun di luar (pesantren). Sampai saat ini yang berani melaporkan adalah satu orang."

"Saat ini yang kita tahu ada sekitar 20 korban yang mengaku (mendapatkan tindakan serupa) tapi belum berani melapor ke kepolisian," kata kuasa hukum salah satu korban pencabulan, Deky Rosdiana, dikutip dari Kompas Tv, Kamis (18/8/2022).

Terhadap laporan tersebut, Polresta Bandung membenarkan adanya pencabulan yang dilakukan oleh pimpinan pesantren yang berada di kawasan Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung.

Menurut pengakuan para korban, ustaz tersebut telah melakukan perbuatan pelecehan seksual sejak 2016.

Namun saat ini, terduga pelaku pergi meninggalkan ponpes dan kini sedang dalam pencarian.

"Awalnya, pada hari Kamis (11/8/2022), istri dari pemilik pondok pesantren itu menyampaikan bahwa mantan suaminya melakukan perbuatan cabul kepada santrinya, kemudian kami sampaikan, kami membutuhkan kesaksian dari korban."

"Pada Jumat (12/8/2022), kami mendapatkan informasi bahwa ada korban yang telah dilakukan cabul kepada si pemilik pondok," kata Kapolresta Bandung, Kombes Kusworo Wibowo.

KPAI Kecam Keras

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved