Jumat, 10 April 2026

Video Viral

Takut Rusia Balas Dendam? Amerika Minta Warganya Segera Angkat Kaki dari Ukraina

Takut Rusia balas dendam? Amerika Serikat minta warganya segera angkat kaki dari Ukraina

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Robin Ono Saputra

TRIBUNKALTIM.CO - Rusia meningkatkan upaya untuk menyerang infrastruktur sipil dalam beberapa hari mendatang, kata Departemen Luar Negeri dalam Senin (22/8/2022) malam.

Dikutip dari Kompas.com, ini pertama kalinya bagi Amerika Serikat secara khusus memperingatkan bahwa bangunan sipil dan pemerintah dapat menjadi sasaran.

Dilansir Politico, terkait potensi serangan, Kedutaan Besar AS pun menyarankan warga AS meninggalkan Ukraina dengan transportasi darat sekarang, “jika aman untuk melakukannya.”

“Tidak mungkin menghitung serangan artileri Rusia,” kata Deplu AS.

Pembunuhan Darya Dugina, putri ultra-nasionalis Rusia Alexander Dugin, dalam ledakan mobil selama akhir pekan mendorong beberapa nasionalis Rusia untuk menyerukan lebih banyak serangan di Ukraina.

Rusia telah menyalahkan Ukraina atas kematian Dugina, sementara Ukraina menduga kematian itu mungkin akibat pertikaian Rusia sendiri.

Perang itu sendiri telah menewaskan 9.000 tentara Ukraina, kata Jenderal Ukraina Valerii Zaluzhnyi minggu ini.

PBB memperkirakan 5.587 warga sipil tewas dalam serangan Rusia.

Kekerasan juga menimbulkan ketakutan akan bahaya nuklir. Serangan Rusia di dekat pembangkit nuklir di Nikopol pada Senin melukai empat orang.
Presiden Joe Biden dan para pemimpin dunia lainnya terus meminta Rusia untuk menghentikan serangan di dekat pembangkit nuklir Zaporizhzhia.

"Dunia sedang menghadapi momen bahaya maksimum dalam hal risiko nuklir," kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Ibu kota Ukraina, Kyiv, melarang segala perayaan publik untuk memperingati Hari Kemerdekaan Ukraina dari pemerintahan Uni Soviet yang jatuh pada Rabu, 24 Agustus 2022.

Dilansir dari Tribunnews.com, larangan ini diberlakukan menyusul kekhawatiran adanya serangan dari Rusia.

Selain itu, militer di ibu kota Kyiv telah memerintahkan pasukan keamanan untuk siaga atas segala jenis serangan, seperti serangan rudal dan bom, lapor Al Jazeera.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Moskow dapat mencoba "sesuatu yang sangat buruk" menjelang HUT ke-31 Ukraina pada Rabu besok.

Diketahui perigatan kemerdekaan Ukraina sekaligus menandai enam bulan invasi Rusia, sejak diluncurkan pada 24 Februari lalu oleh Presiden Vladimir Putin.

Dalam laporan Reuters, dokumen resmi dari otoritas Kyiv mengatakan larangan acara publik terkait dengan HUT Kemerdekaan berlangsung mulai Senin hingga Kamis mendatang. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved