Berita Nasional Terkini

Harga Telur Meroket Naik, IKAPPI Minta Mendag Jangan Hanya Komentar Membuat Gaduh

Komoditi telur di sejumlah tempat terkerek naik. Harga telur ayam naik tentu direspon berbagai pihak. Termasuk satu di antaranya para pedagang.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Pasokan telur di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Komoditi telur ini menjadi kebutuhan yang diincar, dikonsumsi masyarakat sehari-hari. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Harga telur di berbagai pasar di Indonesia mengalami gejolak, ada tanda-tanda kenaikan harga. 

Komoditi telur di sejumlah tempat terkerek naik. Harga telur ayam naik tentu direspon berbagai pihak. Termasuk satu di antaranya para pedagang. 

Mengingat telur saat ini menjadi komoditi yang menjadi kebutuhan utama pemenuhan lauk. 

Harga telur naik hingga mencapai Rp 32.000 per kilogram (kg).

Baca juga: Harga Telur Ayam Berangsur Naik, Penjual dan Pembeli di Balikpapan Mulai Mengeluh

Kenaikan harga telur ini mendapat respons dari Ikatan Pedagang Pasar indonesia (Ikappi) dengan mendesak Kementerian Perdagangan (Kemendag) turun tangan.

"Ikappi meminta kepada Kementrian Perdagangan untuk melakukan upaya-upaya lanjutan tidak hanya ber-statement yang justru akan membuat kegaduhan," ujar Ketua Umum DPP Ikappi Abdullah Mansuri dilansir dari Kontan, Rabu (24/5/2022).

Upaya-upaya yang diharapkan adalah mengumpulkan peternak-peternak besar atau petelur-petelur besar dalam rangka mencari solusi dan langkah apa yang harus dilakukan ke depan untuk menurunkan harga telur.

Penjual telur ayam negeri di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Penjual telur ayam negeri di Balikpapan, Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Dia pun menyayangkan statemen Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan beberapa waktu lalu yang mendorong agar tidak meributkan harga telur naik.

Baca juga: Harga Telur Turun Jadi Rp 43 Ribu/Piring di Pasar Tamrin Bontang, Diikuti Cabai Rp 45 Ribu/Kg

Sebaliknya, justru seharusnya menteri perdagangan mendorong agar harga telur bisa turun.

"Bukan justru menyampaikan bahwa supply berlebih dan kita tidak boleh ribut. Ribut ini karena ada jeritan dari emak-emak yang terus mengalir kepada kami, sehingga kami mau tidak mau harus mendorong agar pemerintah mencarikan solusi," terang Abdullah.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, persoalan kenaikan harga telur ini sudah terjadi sejak beberapa minggu terakhir.

Ia menguraikan, harga telur naik dari Rp 27.000 per kg menjadi Rp 29.000 per kg, ke Rp 30.000 per kg, bahkan sekarang sampai ke Rp 32.000 per kg hari ini.

Baca juga: Harga Telur Meroket, Konsumen Banyak yang Kaget hingga Rp 40 Ribu per Kg

Menurut pantauanya, saat ini merupakan harga telur ayam naik tertinggi sepanjang sejarah.

"Telur adalah komoditas yang cukup besar permintaannya. Jika tinggi harganya maka jadi masalah," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved