Wawancara Eksklusif

EKSKLUSIF - Hawa Pemilu Menghangat, Noor Thoha: Kalau Terlalu Adem, Jangan-jangan Demokrasinya Mati

Ketua KPU Kota Balikpapan, Noor Thoha, menilai partai politik harus bisa mengusung calon yang berkualitas di Pemilu 2024

Penulis: Ardiana | Editor: Adhinata Kusuma
TRIBUNKALTIM/CAHYO ADI WIDANANTO
Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha saat hadir dalam podcast Tribun Kaltim Series membahas kerja-kerja KPU di Pemilu 2024, khususnya di daerah. 

TRIBUNKALTIM.CO - Partisipasi pemilih menjadi penunjang kesuksesan gelaran Pemilu 2024 mendatang.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun terus menggeber pendidikan pemilih Pemilu 2024 di berbagai pelosok daerah.

Namun di balik itu, partai politik juga memegang peran.

Ketua KPU Kota Balikpapan, Noor Thoha, menilai partai politik harus bisa mengusung calon yang berkualitas di Pemilu 2024.

“Bagaimana menghadirkan calon yang qualified. Jangan juga banyak menuntut KPU supaya banyak berbuat, supaya partisipasi naik, tapi partai politik tidak bisa menghadirkan calon-calon yang terbaik. Itu juga jadi masalah,” katanya dalam podcast Tribun Kaltim Series "Pesta Sudah Dimulai", pada 2 Agustus 2022 lalu.

Sejauh mana, KPU bergerak untuk meningkatkan partisipasi pemilih, berikut petikan wawancara eksklusifnya.

 

Apakah sulit mengajak anak muda berpartisipasi?

Itulah namanya pendidikan pemilih. Ketika memilih itu membangun kesadaran, dengan sadar, sukarela, datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. Itu yang sulit.

Karena tidak sekadar kita memasang baliho banyak-banyak. Atau membuat konten di medsos banyak, terus orang sadar, gak seperti itu.

Ini harus terjalin kerjasama seluruh stakeholders baik partai politik, pemerintah, penyelenggara, saling bahu membahu bagaimana menyadarkan pemilih ini datang ke TPS dengan kesadarannya. Bukan karena uang, bukan karena iming-iming.

Dengan melibatkan pemuda, mahasiswa, menjadi petugas KPPS, mereka akan tau sesungguhnya pemilu itu bagaimana dan tidak dengan mudahnya menuding-nuding ini curang dan sebagainya.

Karena ketika kita sudah menjadi anggota KPPS, itu betapa sulitnya kecurangan dilakukan.

Di KPPS itu ada 7 KPPS, ada pengawas, ada sekian puluh saksi, kalau dia curang di satu TPS, dia harus membangun dan meyakinkan kita semua yang hadir untuk mengubah angka-angkanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved