Berita Paser Terkini

Profil Korban Pengeroyokan di Paser Ternyata Remaja Berprestasi Bidang Olahraga

Rayhan Oktaviannur Rahmadani (16), pelajar SMAN 1 Tanah Grogot, Kabupaten Paser harus meregang nyawa di sebuah taman hutan kota di Kabupaten Paser.

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
HO/Rayhan Family
Almarhum Rayhan Oktaviannur Rahmadani semasa hidupnya, saat meraih kemenangan pada Futsal Turnamen Songka Cup 12. Foto korban yang diberi tanda lingkaran saat masih hidup. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Rayhan Oktaviannur Rahmadani (16), pelajar SMAN 1 Tanah Grogot, Kabupaten Paser harus meregang nyawa di sebuah taman hutan kota di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Dia tewas dikeroyok sekelompok orang yang dilatarbelakangi dugaan karena teguran korban kepada pelaku.

Saat itu korban menegur seseorang yang tengah pacaran di Hutan Kota. Kemudian yang diberi teguran membalasnya dengan aksi pengeroyokan kepada korban. 

Remaja yang masih duduk di Kelas XII itu, dikenal sebagai sosok yang penyabar dikalangan keluarga dan teman-teman sekolahnya, Minggu (28/8/2022).

Baca juga: Polres Paser Tetapkan 9 Tersangka pada Kasus Pengeroyokan di Hutan Kota Tanah Grogot

Namun naas, ia harus kehilangan nyawanya di tangan 9 pelaku pengeroyokan setelah mendapat perawatan intensif di RSUD Panglima Sebaya selama 2 hari hingga di rujuk ke salah satu Rumah Sakit yang ada di Balikpapan.

Salah satu keluarga dekat korban menjelaskan, Rayhan sempat mendapat perawatan intensif di 2 rumah sakit.

"Almarhum sempat mendapat perawatan intensif di RSUD Panglima Sebaya selama 2 hari, kemudian di rujuk ke RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo dan sempat mendapat perawatan kurang lebih 30 menit," jelasnya kepada TribunKaltim.co.

Pada 25 Agustus 2022, sekitar pukul 10:00 Wita, pihak keluarga mendapat telepon dari RSUD Panglima Sebaya yang menginformasikan bahwa kesadaran korban menurun drastis.

Baca juga: Kronologis Kasus Pengeroyokan Berujung Maut di Kabupaten Paser

Berbeda saat usai pengeroyokan yang terjadi pada 23 Agustus 2022 sekira pukul 23:00 Wita lalu, korban saat mendapat perawatan masih bisa diajak berkomunikasi dengan pihak keluarga.

"Diajak ngomong, Rayhan cuman bisa mengeluarkan air mata dan berontak, hingga proses rujukan selesai sekitar 17:00 Wita, kemudian korban langsung dibawa ke RSUD Kanujoso Balikpapan," beber keluarga dekat korban.

Setibanya di RSUD Kanujoso Balikpapan, almarhum langsung mendapat perawatan di bagian UGD.

"Saat ditindak, pernapasan sudah tidak stabil. Jadi dilakukan tekanan di bagian dada, proses penindakan kurang lebih selama 30 menit, hingga dinyatakan nyawa Rayhan sudah tidak bisa terselematkan kurang lebih pada pukul 22:00 Wita," tambahnya.

Dijelaskan, Ryahan mengalami luka yang sangat serius dari apa yang dilakukan oleh pelaku pengeroyokan.

Baca juga: Grace Natalie Ungkap Kesaksian Ade Armando saat Detik-detik Pengeroyokan, Curigai 2 Kelompok Ini

Terdapat keretakan di bagian kepala sebelah kiri dan terus mengalami penggumpalan, dan ada kemiringan ukuran dari kapasitas otak yang sebenarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved