Berita Samarinda Terkini

Mengaku Sebagai Anggota Polisi, Pria di Samarinda ini Berhasil Gasak Puluhan Handphone Warga

Mengaku sebagai anggota Polisi, seorang pria berusia 30 tahun berhasil memperdaya puluhan warga masyarakat yang ada di Kota Samarinda.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Tersangka Agus saat memberikan keterangan di hadapan awak media di Mapolresta Samarinda. (TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Mengaku sebagai anggota Polisi, seorang pria berusia 30 tahun berhasil memperdaya puluhan warga masyarakat yang ada di Kota Samarinda.

Dengan bermodalkan gertakan pelaku bernama Agus yang tinggal di Jalan M. Said, Kecamatan Sungai Kunjang tersebut berhasil menggasak 20 handphone berbagai merek dari tangan korbannya.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menerangkan bahwa pelaku sudah beraksi di 25 tempat kejadian perkara (TKP) di Kota Tepian ini.

"Rata-rata korbannya merupakan kalangan pelajar dan beberapa masyarakat umum," jelasnya.

Baca juga: PHM Capai Produksi Gas Tertinggi pada Agustus 2022

Sejauh ini sambungnya, pihaknya masih melakukan pengembangan. Sebab, beberapa korban enggan melapor karena masih anak di bawah umur.

"Ada juga yang tidak mau melapor karena merasa kerugiannya kecil. Tapi kami tetap akan lakukan pengembangan," jelas Kombes Pol Ary Fadli.

Awak media juga berkesempatan untuk mewawancarai pelaku, yakni Agus.

Baca juga: Residivis Hingga 5 Kali, RS Penggerak Sabu 1 Kilogram dari Rutan Samarinda, Diancam Hukuman Berat

Ayah dua anak ini mengaku baru melakoni aksi tersebut belum lama ini dengan sasaran utama para pengguna sabu.

Di mana, dirinya akan menunggu para penyalahgunaan narkoba selesai bertransaksi kemudian mengaku sebagai anggota kepolisian dan meminta barang-barang berharga.

"Kadang saya minta sabu saja buat saya pakai sendiri," ucapnya.

Baca juga: Walikota Andi Harun Harap Warga Beri Dukungan Borneo FC Samarinda

Aksinya tersebut rupanya terinspirasi dari seorang rekannya yang telah masuk bui lebih dulu setelah melakukan aksi serupa.

Dirinya mengaku nekat lantaran penghasilan sebagai pekerja lepas di sebuah bengkel tidak mencukupi kebutuhannya bersama istri dan anak-anaknya.

"Jadi handphonenya saya jual buat kebutuhan sehari-hari. Ada juga buat beli makan 15 kucing yang saya pelihara," pungkasnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved