Tingkatkan Kapasitas Guru SD di Balikpapan, Yayasan GNI Gelar Pelatihan di Hotel Gran Senyiur

Yayasan Gugah Nurani Indonesia menggelar pelatihan peningkatan kapasitas guru sekolah dasar yang ada di Kota Balikpapan.

Penulis: Ardiana | Editor: Diah Anggraeni
HO/Yayasan Gugah Nurani Indonesia
Pelatihan peningkatan kapasitas guru sekolah dasar yang berlangsung di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Minggu (28/8/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO - Yayasan Gugah Nurani Indonesia menggelar pelatihan peningkatan kapasitas guru sekolah dasar yang ada di Kota Balikpapan.

Kegiatan dilaksanakan di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Minggu (28/8/2022).

Pelatihan ini merupakan salah satu program CSR Community Chest of Korea dan Hyundai Engineering, yakni Hello e-Dream Project.

Selain itu, kegiatan ini untukmendukung program Guru Penggerak (GP) Bertunas yang diprakarsai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota
Balikpapan.

Baca juga: Tingkatkan Kapasitas Guru, Disdikbud Balikpapan Jalin Kerja Sama dengan Gugah Nurani Indonesia

Melalui siaran pers yang diterima oleh Tribunkaltim.co pada Selasa (30/8/2022), ada sekitar 150 guru dari 15 sekolah dasar di 3 kecamatan Kota Balikpapan yang turut andil dalam kegiatan ini.

Project Manager Yayasan Gugah Nurani Indonesia, Meity Ria mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam hal sikap, pengetahuan, hingga keterampilan dalam menggunakan teknologi.

"Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang berkaitan dengan Paradigma Baru Pendidikan Indonesia," ucapnya.

Dalam pelatihan tersebut, mereka membahas tentang paradigma dan visi guru, kemudian praktik pembelajaran yang berpihak pada murid, hingga
materi tentang pemimpin pembelajaran dalam pengembangan sekolah.

Baca juga: Terobosan Baru Satu Guru Satu Buku, Disdikbud Balikpapan Dorong Pendidik Berliterasi

Kabarnya, pelatihan ini akan terus dilaksanakan hingga November mendatang. Sehingga seluruh peserta tak hanya mendapatkan pengetahuan tentang cara berteknologi dalam mengajar, melainkan juga cara membuat modul hingga metode yang digunakan dalam pembelajaran.

"Jadi selama 4 bulan sampai November nanti, tidak sekadar bagaimana menggunakan IT dalam pembelajaran. Tetapi juga cara-cara membuat modul pembelajaran, kemudian juga metode pembelajaran yang harus sesuai dengan kurikulum merdeka," tambah Meity.

Ia berharap, kegiatan ini dapat mengubah mindset para guru yang ada di Kota Balikpapan, sehingga dapat menerima sekaligus memberikan pemahaman kepada anak didik mereka untuk menerima kurikulum baru yang ditetapkan.

"Kita harapkan guru guru ini kedepannya ada perubahan perilaku disekolah. Yang pertama perubahan mindset, yang kedua mau menerima perubahan itu sendiri. Jadi mungkin selama ini guru atau sekolah mungkin agak takut ketika ada terjadi perubahan kurikulum. Tapi dengan adanya ini mereka bisa lebih cepat mengerti dan anak-anak juga bisa lebih cepat mendapatkan manfaat dari implementasi kurikulum ini. Dan juga kemampuan dan kapasitas guru-guru dalam menggunakan teknologi jadi lebih baik," harapnya.

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved