Berita Nasional Terkini

Klarifikasi Prof Suteki di Karni Ilyas Club: Bukan Polri, Saya Mengatakan Mabes Polri Dibubarkan

Suteki klarifikasi di Karni Ilyas Club terkait peryataannya yang meminta agar Polri dibubarkan saja karena adanya kasus Brigadir

Penulis: Justina | Editor: Justina
YouTube Karni Ilyas Club
Dosen Undip Profesor Suteki saat menjadi bintang tamu di Karni Ilyas Club membahas tentang Mabes Polri dibubarkan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dosen Universitas Diponegoro, Prof Suteki klarifikasi di Karni Ilyas Club terkait peryataannya yang meminta agar Polri dibubarkan saja karena adanya kasus pembunuhan Brigadir Joshua yang melibatkan Ferdy Sambo saat  masih menjabat sebagai Kadiv Propam.

Disampaikan Suteki pada Karni Ilyas bahwa peryataan yang sempat disampaikan sebenarnya salah, dan sama sekali tidak pernah mengatakan Polri dibubarkan.

"Saya hanya mengatakan Mabes dibubarkan, kemudian diganti Polda-polda dan Kapolres," kata Suteki dikutip dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Kamis (1/9/2022).

Saat disinggung soal induk Polri bila Mabes Polri dibubarkan, Suteki mengatakan bahwa di Amerika Serikat misalnya, negara tersebut menganut modal Fragmented System Of Policing (Pemolisian yang terdesentralisasi di dalam kota, negara bagian, dan lembaga federal.

Baca juga: Ketua IPW di Karni Ilyas Club: 2 Cara Mengecek Adanya Dugaan Pelecehan Seksual Brigadir J pada PC

Karena Amerika memiliki negara bagian, maka induk dari Polri ditempatkan pada negara-negara bagian tersebut.

"Sedangkan kasus soal-soal sabotase, terorisme, memang ada polisi federal yang akan menangani dan kalau diterapakan di Indonesia bagaimana? Saya katakan memang nanti kita akan evaluasi, apakah itu nanti di bawah departemen atau mungkin diserahkan kepada masing-masing Polda," beber Suteki.

"Kalau dimasing-masing Polda waktu ditanyakan, 'loh kalau ada misalnya perkara atau kasus lintas Polda gimana?' Ya kita bikin Undang-Undangnya, kita ubah. Memang reformasi itu kita harus mulai dari konstitusinya kita ubah, terutama di Pasal 30 ya, yang kedua Undang-Undang Kepolisian juga kita ubah," sambungnya.

Menanggapi hal ini, Karni Ilyas mengatakan bahwa berdasarkan sistem Kepolisian Amerika Serikat, tentu akan berbeda dengan Indonesia.

Disebutkan Karni Ilyas bahwa Amerika Serikat adalah negara serikat (Negara Federal).

Baca juga: Susno Duadji di Karni Ilyas Club Akui dapat Tambahan Tunjangan dari Anak karena Gaji Pensiun Sedikit

Sementara Indonesia sendiri merupakan negara kesatuan yang dari sistem pemerintahannya sudah berbeda dengan negara Amerika Serikat.

"Jadi, menurut saya, ya susah sekali. Belum lagi, tidak hanya soal Mabes Polri, tapi itu kan tidak soal antara Polda dan Polda, tapi juga misalnya, kita Pam misalnya,artinya Pam berdiri sendiri atau gimana," ujar Karni Ilyas.

Terkait hal ini, Suteki menganggap jika Komisioner bisa mewakili hal itu.

Baca juga: Karni Ilyas Club: Sujiwo Tejo Sebut Anies yang Patut Disalahkan Jika Citayam Fashion Week Mengganggu

Sebagai lembaga Kepolisian yang menganut sistem Centralized Police System, ia mencatat bahwa setidaknya ada empat kekurangan atau kelemahan dari sistem tersebut.

"Yang pertama itu bisa saya katakan cenderung berpihak pada penguasa, itu yang pertama. Yang kedua, Polda-polda itu tidak dapat atau dalam hal ini tidak dapat dukungan dari rakyat termasuk, maksud saya, Kepolisian di Polda itu kurang dapat dukungan dari rakyat,"ucap Suteki.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved