Tingkatkan keterampilan, Nasabah UMKM PNM Ikuti Pelatihan Kerajinan Tali Kur dan Rajutan

PNM menggelar pelatihan bertajuk Klasterisasi Sektoral Kerajinan Tali Kur dan Rajutan guna meningkatkan kualitas produksi usaha dan pemasaran.

Editor: Diah Anggraeni
HO/PNM
PNM saat menggelar pelatihan pengembangan kapasitas usaha bertajuk Klasterisasi Sektoral Kerajinan Tali Kur dan Rajutan di Gedung Kecamatan Samarinda Utara, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO - PT Permodalan Nasional Madani sebagai lembaga pemberdayaan memiliki tanggung jawab kepada nasabah dengan memberikan modal dan pendampingan usaha agar nasabahnya naik kelas, melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yaitu pembentukan klasterisasi bertemakan "Klasterisasi Sektoral Kerajinan Tali Kur dan Rajutan" diharapkan agar nasabah PNM Mekaar dapat meningkatkan keterampilan kerajinan tali kur dan rajutan.

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Kecamatan Samarinda Utara yang dihadiri oleh Camat Samarinda Utara, Syamsu Alam, SP; Lurah Lempake, Drs. Nur Haryanto; Pemimpin Cabang PNM Samarinda, Yazdi Anugrah; perajin tali kur dan rajutan yang juga pemateri, Siti Hawa; dan 25 perempuan prasejahtera Samarinda Utara.

Dalam kegiatan ini, nasabah diharapkan dapat meningkatkan kualitas produksi usahanya dan dapat meningkatkan pemasarannya setelah mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha bertajuk Klasterisasi Sektoral Kerajinan Tali Kur dan Rajutan yang digelar PNM.
Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha bertajuk Klasterisasi Sektoral Kerajinan Tali Kur dan Rajutan yang digelar PNM. (HO/PNM)

Baca juga: PNM Menggelar Pelatihan Strategi E-Commerce di Samarinda

PNM melalui program PKU, memberikan pelatihan yang bersifat pendampingan antar PNM dengan nasabah yang tujuannya mendorong para nasabah PNM agar dapat meningkatkan pengetahuan dan informasi nasabahnya.

"Dengan adanya kegiatan ini semoga dapat memberikan manfaat langsung kepada nasabah atau pelaku usaha UMKM disini dan dapat menambah nilai jual barang dagangannya nanti karena sudah seharusnya ilmunya semakin bertambah dengan mengikuti kegiatan pelatihan ini," ujar Pemimpin Cabang PNM Samarinda, Yazdi Anugrah.

Nasabah yang mengikuti pelatihan ini diajarkan bagaimana cara membuat motif dan beberapa inovasi yang dapat dibuat dari tali kur tersebut, misalnya dibuat aksesori sebagai tali ikat masker maupun dibuat tas rajut tali kur dengan motif yang beraneka ragam dan tentunya sangat mengikuti perkembangan zaman saat ini.

Program Pengembangan Kapasitas Usaha yang digelar PNM guna meningkatkan keterampilan kerajinan tali kur dan rajutan.
Program Pengembangan Kapasitas Usaha yang digelar PNM guna meningkatkan keterampilan kerajinan tali kur dan rajutan. (HO/PNM)

Baca juga: Berdayakan Masyarakat Samarinda, PNM Resmikan Sarana Belajar ‘Ruang Pintar Separi’

Sebagai informasi, hingga 29 Agustus 2022, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 137,75 T kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 12,56 juta nasabah.

Saat ini PNM memiliki 3.500 kantor layanan PNM Mekaar dan 638 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 provinsi, 422 kabupaten/kota, dan 5.640 kecamatan. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved