Ibu Kota Negara

Penyesuaian Upah Pekerja Lokal dalam Proyek IKN akan Disampaikan ke Kementerian PUPR

Penyesuaian upah pekerja lokal di Ibu Kota Negara (IKN) akan disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) ke Kementrian PUPR.

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Rahmad Taufiq
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Upah pekerja lokal di lokasi Ibu Kota Negara (IKN) akan disampaikan ke Kementerian PUPR. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Penyesuaian upah pekerja lokal di Ibu Kota Negara (IKN) akan disampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) ke Kementerian PUPR.

Diketahui, selama ini para pekerja lokal yang berasal dari Kecamatan Sepaku diupah sama dengan pekerja yang datang dari luar daerah.

Hal tersebut seperti diungkapkan Pelaksana Tugas atau Plt Bupati PPU Hamdam, kepada TribunKaltim.co.

Dia mengatakan, penerapan upah tersebut tidak cocok untuk pekerja lokal.

Besarannya, yakni Rp 80 ribu per hari, sudah termasuk tanggungan makan dan tempat tinggal.

Baca juga: PKS Heran Jokowi Punya Dana Bangun IKN Nusantara Tapi Naikkan Harga BBM Subsidi

"Upahnya tidak cocok, nanti itu juga bagian yang harus kita bahas ke PUPR karena kalau masyarakat kita tidak bisa menerima upah seperti itu," ungkapnya, Jumat (2/9/2022).

Hamdam mengungkapkan, penerapan upah harusnya sesuai standar Upah Minimun Kabupaten (UMK) yang berlaku di PPU.

Untuk fasilitas makan dan tempat tinggal, harusnya di luar itu, sebab pekerja lokal terutama dari Sepaku, tidak membutuhkan hal tersebut.

"Kalau Rp 80 ribu tidak mencapai UMK Penajam, tapi kan ada makannya, di tanggung makan dan rumah, kalau masyarakat kita kan tidak perlu itu karena mereka punya rumah sendiri, tentu itu tidak bisa ada kebijakan seperti itu, nanti yang lain menuntut kalau dibeda-bedakan," jelasnya.

Baca juga: Perlancar Konektivitas Penerbangan di IKN Nusantara, Kemenhub Ditambah Rp 176 Miliar

Disinggung mengenai keterlibatan pekerja lokal di proyek pembangunan IKN, kata Hamdam, belum terlalu masif lantaran pekerjaan juga saat ini baru sebatas persiapan dan belum ada pekerjaan yang bersifat kontrak.

"Ini baru persiapan-persiapan belum ada yang kontraktual, kecuali yang bendungan, intake kan sudah ada beberapa yang dipekerjakan," ucapnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved