Berita Internasional Terkini

Kecam Tindakan AS dan NATO, Rusia dan Cina Bentuk Aliansi Militer, Luncurkan Game Perang

Cina mengecam tindakan AS dan NATO hingga membentuk aliansi militer dengan Rusia dan meluncurkan game perang.

theconversation
Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Cina mengecam tindakan AS dan NATO hingga membentuk aliansi militer dengan Rusia dan meluncurkan game perang. 

TRIBUNKALTIM.CO - Invasi yang dilakukan oleh Rusia di Ukraina membuat banyak negara turun tangan dan angkat suara.

Salah satunya Amerika Serikat dan NATO, di mana mereka mengecam tindakan Rusia yang dilakukan di Ukraina.

Namun ada negara pula yang tidak mengecam aksi dari Rusia yaitu Cina, negara tirai bambu itu malah mengkritik tindakan dari Amerika Serikat dan NATO hingga Cina dan Rusia membentuk aliansi militer dan meluncurkan game perang.

Baca juga: Mesra dengan Rusia, Cina Gelar Latihan Militer Bersama dan Sebut AS Penghasut Perang di Ukraina

Sebelumnya pada Kamis (1/9/2022), Rusia telah meluncurkan latihan perang selama seminggu.

Latihan perang yang melibatkan pasukan dari Cina dan negara-negara lain dalam menunjukkan kerjasama pertahanan yang berkembang antara Moskow dan Beijing karena mereka berdua menghadapi ketegangan dengan Amerika Serikat.

Manuver juga dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Moskow memiliki kekuatan militer yang cukup untuk latihan besar-besaran.

Baca juga: Amerika Serikat Berada di Ambang Perang dengan Cina dan Rusia, Joe Biden Diprediksi Akan Menang

Bahkan ketika pasukannya terlibat dalam aksi militer di Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa latihan Vostok 2022 (Timur 2022) akan diadakan hingga 7 September di tujuh lapangan tembak di Timur Jauh Rusia dan Laut Jepang.

Dan melibatkan lebih dari 50.000 tentara dan lebih dari 5.000 unit senjata, termasuk 140 pesawat dan 60 kapal perang.

Kepala staf umum Rusia, Jenderal Valery Gerasimov, secara pribadi akan mengawasi latihan yang akan melibatkan pasukan dari beberapa negara bekas Soviet, Cina, India, Laos, Mongolia, Nikaragua, dan Suriah.

Kementerian Pertahanan mencatat bahwa sebagai bagian dari manuver, angkatan laut Rusia dan Cina di Laut Jepang akan mempraktekkan tindakan bersama untuk melindungi komunikasi laut, bidang kegiatan ekonomi laut dan dukungan untuk pasukan darat di daerah pesisir.

Latihan tersebut menunjukkan peningkatan hubungan pertahanan antara Moskow dan Beijing.

Yang telah tumbuh lebih kuat sejak Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim pasukannya ke Ukraina pada 24 Februari.

Cina dengan tegas menolak untuk mengkritik tindakan Rusia, menyalahkan Amerika Serikat dan NATO karena memprovokasi Moskow.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved