Berita Internasional Terkini

UNTUNG BESAR Rusia Selama Invasi Ukraina, Amerika dan Uni Eropa Salah Besar Alamatkan Sanksi Barat

Untung besar Rusia selama invasi Ukraina, Amerika dan Uni Eropa salah besar alamatkan sanksi barat ke Vladimir Putin.

dw.com
Presiden AS, Joe Biden dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Untung besar Rusia selama invasi Ukraina, Amerika dan Uni Eropa salah besar alamatkan sanksi barat ke Vladimir Putin. 

Sampai saat ini Rusia dan Ukraina masih berrgelut dalam konflik teritorial.

Ya, Ukraina yang saat ini banyak dapat bantuan dari Amerika dan Barat, mulai berani membalas serangan Rusia.

Bahkan kabarnya, beberapa kota yang awalnya jatuh ke tangan Rusia, berhasil direbut Ukraina kembali.

Nah, beredar informasi untung besar dialami Rusia selama invasi Ukraina.

Sanksi Barat yang dijatuhkan kepada Rusia oleh Amerika dan Uni Eropa justru tak membuat ekonomi Rusia goyang.

Ya, Amerika dan Uni Eropa salah besar alamatkan sanksi barat ke negara Vladimir Putin.

selengkapnya ada dalam artikel ini.

Baca juga: KOAR-KOAR Zelenskyy Tuding Rusia Ingin Warga Eropa Mati Kedinginan, Putin Hanya Perlu Lakukan Ini

Ekspor energi Rusia dilaporkan telah mencetak keuntungan besar hingga tembus mencapai 158 miliar dolar AS, hanya dalam kurun waktu enam bulan sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 27 Februari 2022 lalu.

Lonjakan tersebut terjadi usai negara Barat yang tergabung dalam kelompok G7 kompak melemparkan sanksi embargo pada ekspor energi Rusia, dengan tujuan untuk mematikan pendapatan Rusia dari ekspor minyak, gas dan batu bara.

Setelah larangan itu berlaku ekspor batu bara Rusia sempat turun ke level terendah, namun sayangnya aturan tersebut juga memicu terjadinya lonjakan harga minyak, gas, dan batu bara yang dijual dipasar global pun ikut melonjak.

Pusat penelitian energi Eropa, Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) mencatat selama sebulan terakhir harga gas yang di jual ke Eropa telah meroket sebanyak 30 persen, sementara untuk harga minyak mentah juga ikut bergejolak selama invasi.

Baca juga: Kecam Tindakan AS dan NATO, Rusia dan Cina Bentuk Aliansi Militer, Luncurkan Game Perang


Munculnya tekanan ini lantas membuat negara – negara Barat kesulitan untuk mendapatkan sumber energi dan bahan bakar.

Meski Uni Eropa telah memberlakukan aturan embargo untuk penjualan batubara hingga membuat pendapatan Rusia anjlok, namun hal tersebut tidak dapat membuat ke 27 negara di Eropa bisa melepaskan diri dari pasokan gas dan minyak Rusia.

Hal tersebut yang kemudian dimanfaatkan Rusia untuk menarik hati para investor dengan menjual gas dan minyak dengan harga yang lebih terjangkau ketimbang harga pasar, hingga akhirnya pendapatan Rusia dari sektor energi ikut terdorong naik.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved