Berita Internasional Terkini

UNTUNG BESAR Rusia Selama Invasi Ukraina, Amerika dan Uni Eropa Salah Besar Alamatkan Sanksi Barat

Untung besar Rusia selama invasi Ukraina, Amerika dan Uni Eropa salah besar alamatkan sanksi barat ke Vladimir Putin.

dw.com
Presiden AS, Joe Biden dan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Untung besar Rusia selama invasi Ukraina, Amerika dan Uni Eropa salah besar alamatkan sanksi barat ke Vladimir Putin. 

"Melonjaknya harga bahan bakar fosil berarti bahwa pendapatan Rusia saat ini jauh di atas tingkat tahun-tahun sebelumnya, meskipun ada pengurangan volume ekspor tahun ini," kata CREA, organisasi asal Finlandia.

Baca juga: Ukraina Buat Stok Senjata Uni Eropa Menipis, Rusia Justru Bakal Dapat Roket dari Korea Utara

Bahkan selama invasi berlangsung CREA memperkirakan bahwa pendapatan Rusia dari penjualan energi ke Uni Eropa melonjak mencapai 85,1 miliar euro, disusul dengan ekspor energi ke China yang tembus 34,9 miliar euro serta ekspor energi Turki dengan 10,7 miliar euro.

“Ekspor bahan bakar fosil telah menyumbang sekitar 43 miliar euro untuk anggaran federal Rusia sejak awal invasi, membantu mendanai kejahatan perang di Ukraina," kata CREA, dikutip Channel News Asia.

Meski Eropa belum dapat sepenuhnya melepaskan diri pasokan Rusia, namun demi mencegah melonjaknya pendapatan ekspor Rusia di kuartal selanjutnya.

Negara-negara G7 kini mulai aktif mencari eksportir alternatif serta gencar menyerukan aturan pembatasan harga minyak mentah Rusia.

Dengan diberlakukannya aturan pembatasan harga sejak Jumat (2/9/2022) kemarin, Uni Eropa berharap agar cara ini dapat mengerem pendapatan ekspor Rusia untuk membiayai operasi militernya di Ukraina.

Dengan begini konflik geopolitik antara Moskow dan Kiev bisa kembali mereda. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rusia Terbukti Kebal Sanksi, Ekspor Energi Raup Untung 158 Miliar Dolar AS Selama Invasi, https://www.tribunnews.com/bisnis/2022/09/06/rusia-terbukti-kebal-sanksi-ekspor-energi-raup-untung-158-miliar-dolar-as-selama-invasi

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved