Berita Internasional Terkini

Gelar Latihan Militer di Dekat Perbatasan Ukraina, Akal-akalan Belarusia Bantu Rusia?

Belarusia gelar latihan militer di perbatasan Ukraina, apakah ini hanya akal-akalan untuk membantu Rusia di medan perang?

Kementerian Pertahanan Rusia / AFP
Menunjukkan tank Rusia dan Belarusia selama latihan gabungan angkatan bersenjata Rusia dan Belarusia sebagai bagian dari inspeksi Pasukan Respons Negara Serikat, di lapangan tembak dekat Brest, 21 Februari 2022. Terbaru, Belarusia kembali melakukan latihan militer di perbatasan Ukraina. (Kementerian Pertahanan Rusia / AFP) 

TRIBUNKALTIM.CO - Di tengah perang yang terus memanas antara Rusia dengan Ukraina, Belarusia justru menggelar latihan militer di dekat perbatasan Polandia dan Ukraina.

Sebagaimana diketahui, Belarusia merupakan salah satu sekutu dekat Rusia, apakah ini tanda pasukan Belarusia juga ikut turun ke medan perang melawan Ukraina?

Ya, bukan tidak mungkin Belarusia akan membantu Rusia menyerang Ukraina dan membuat perang semakin panas.

Mengutip Al Jazeera, Kamis (8/9/2022), latihan akan berlangsung hingga 14 September.

Adapun latihan akan melatih membebaskan wilayah yang direbut sementara oleh musuh dan mendapatkan kembali kendali atas wilayah perbatasan.

Anggota baru batalion sukarelawan Dzhokhar Dudayev Chechnya ambil bagian dalam sesi pelatihan di wilayah Kyiv pada 27 Agustus 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Terbaru, Amerika Serikat sebut Rusia dalam masalah besar di Ukraina. (Genya SAVILOV / AFP)
Anggota baru batalion sukarelawan Dzhokhar Dudayev Chechnya ambil bagian dalam sesi pelatihan di wilayah Kyiv pada 27 Agustus 2022, di tengah invasi Rusia ke Ukraina. Terbaru, Amerika Serikat sebut Rusia dalam masalah besar di Ukraina. (Genya SAVILOV / AFP) (Genya SAVILOV / AFP)

Menurut kementerian, tingkat pasukan dan peralatan militer yang terlibat dalam latihan tersebut tidak mengharuskan mereka untuk memberikan pemberitahuan di bawah pedoman Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa.

Sementara itu, Amerika Serikat menuduh Rusia melakukan kejahatan perang dengan mendeportasi paksa warga Ukraina ke Rusia.

Washington juga mengatakan memiliki informasi bahwa pejabat Rusia mengawasi apa yang disebut operasi penyaringan.

Baca juga: Situasi yang Makin Panas, Ukraina Desak Warganya yang Tinggal Dekat Pembangkit Nuklir Mengungsi

Baca juga: Untuk Pertama Kali Semenjak Peperangan di Ukraina, Rusia dan Cina Diprediksi akan Bertemu

“Operasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi individu yang dianggap Rusia tidak sesuai atau tidak sesuai dengan kendalinya,” kata Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, kepada Dewan Keamanan PBB pada hari Rabu (7/9/2022).

Dia mengatakan perkiraan dari berbagai sumber, termasuk Moskow.

Itu menunjukkan bahwa pihak berwenang telah "menginterogasi, menahan, dan mendeportasi secara paksa" antara 900.000 dan 1,6 juta orang Ukraina ke Rusia setelah invasi Rusia pada akhir Februari.

“Pemindahan paksa atau deportasi orang-orang yang dilindungi dari wilayah pendudukan ke wilayah pendudukan … merupakan kejahatan perang,” katanya.

“Jadi mengapa mereka melakukan ini? … untuk mempersiapkan upaya pencaplokan.”

Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia menggambarkan pertemuan dewan sebagai buang-buang waktu dan “tonggak baru dalam kampanye disinformasi yang dilakukan oleh Ukraina dan pendukung Baratnya.”

Baca juga: Hubungan Militer Cina dan Rusia yang Mesra Didorong oleh Invasi dan Perlawanan di Ukraina

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved