Berita Mahulu Terkini

Mahulu Kembali Luncurkan Program Tanam Padi Ladang Menetap

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu ( Mahulu) kambali meluncurkan progran tanam padi ladang menetap

Penulis: Febriawan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIAWAN
Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh bersama warga menenam padi ladang  secara tradisional di lahan KTNA, Kampung Mambes.TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIAWAN 

TRIBUNKALTIM.CO,UJOH BILANG- Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu ( Mahulu) kambali meluncurkan progran tanam padi ladang menetap.

Peluncurran porgram yang ke 3 ini, ditandai dengan tradisi menugal (menanam padi secara tradiaional) di lahan Pertanian Ketua KTNA  di Kampung Mamahak Besar, Kecamatan Long Bagun, Mahulu,Kaltim Sabtu (10/09/2022).

Di mana program ini dicanangkan tidak meninggalkan tradisi budaya masyarakat, namun berupaya mengubah sistem pertanian dengan sentuhan teknologi. 

Bupati Mahulu, Bonifasius Belawan Geh, Tanam padi ladang menetap yang kini sudah yang ketiga, merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan di Mahulu. 

Baca juga: Diresmikan Bupati dan GM PLN UIW Kaltimra, Delapan Kampung di Mahulu Diterangi Listrik 24 Jam

Baca juga: Listrik 8 Kampung di Kecamatan Long Hubung Mahulu Sudah Menyala 24 jam

Baca juga: Wabup Yohanes Avun Buka Muscab II Pramuka Kwartir Mahulu, Ingatkan Fokus Tegak Lurus

Melalui program ini, masyarakat utamanya petani diajak untuk meninggalkan sistem tanam pada lahan berpindah-pindah. Melainkan dengan menetap. 

"Ini kita tanam padi Gogo, varietas yang memang cocok di lahan kering. Kita memanfaatkan kearifan lokal, sambil juga membangun lahan persawahan," kata Bonifasius. 

Bonifasius optimis melalui program tanah padi pada lahan menetap ini, akan mampu mewujudkan Mahulu sebagai daerah swasembada beras. 

Disebutkan, dari 4000 hektare lahan yang sudah dibuka di 50 kampung melalui program ini, jika dikelola maksimal bisa menghasilkan 12.000 ton beras. 

Sementara disebutkan, kebutuhan beras masyarakat Mahulu sebanyak 7000 ton per tahun. Dengan demikian, bisa surplus sekitar 5.000 ton.

Baca juga: Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh Usulkan Pembangunan WTP ke Kementerian PUPR

"Jadi kita bisa swadaya, bahkan dapat menjual ke luar. Asalkan dikelola dengan maksimal," ungkapnya

Ia juga menegaskan bila hal ini dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan produksi beras dan memperkuat ketahanan pangan, melalui program tanam padi pada lahan menetap juga untuk mendukung program pemerintah, menjaga kelestarian hutan. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved