Berita Balikpapan Terkini
Imbas Kenaikan Harga BBM, Nelayan di Manggar Balikpapan Enggan Melaut
Semenjak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan oleh Pemerintah pada Sabtu (3/9/2022) lalu, banyak masyarakat merasakan dampaknya.
Penulis: Ary Nindita Intan R S |
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Semenjak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ditetapkan oleh Pemerintah pada Sabtu (3/9/2022) lalu, banyak masyarakat merasakan dampaknya.
Tak terkecuali beberapa nelayan di Manggar, Kota Balikpapan, yang turut merasakan imbas dari naiknya harga BBM.
Sakkirang (43), seorang nelayan, mengungkapkan keluh kesah yang dirasakan nelayan semenjak kenaikan harga BBM yang menghambat rutinitasnya melaut.
Sementara itu untuk pergi melaut, Sakkirang harus menyediakan 50 liter solar untuk sekali berangkat.
"Wah kalau keluh kesahnya ikut berimbas kita, salah satunya yang biasanya lancar turun melaut jadi terhambat," ujarnya.
Baca juga: Respon Kenaikan BBM, Ditpolairud Polda Kaltim Berbagi Sembako Kepada Nelayan
"Dulu hampir setiap malam, sekarang kan BBM naik, jadi kalau mau melaut lihat pendapatan dulu, harus irit kalau melaut," imbuhnya.
Selain itu, ia menuturkan, banyak nelayan yang memilih untuk menyandarkan kapalnya, hal ini karena mahalnya harga BBM tetapi murahnya harga ikan.
Sakkirang mengemukakan harga ikan, dari yang harganya Rp 35 ribu per kilogram menjadi Rp 25 hingga Rp 15 ribu per kilogram.
"Imbas dari naiknya harga BBM ini berpengaruh sekali ya ke nelayan kecil kayak kita ini, BBM naik tapi harga ikan malah turun," ucapnya.
Ia mengeluhkan, kenaikan harga BBM ini membuat pendapatan para nelayan turun hingga 10 persen.
Baca juga: Meski Harga BBM Naik, Tarif Kapal Pelni Kota Balikpapan Masih Normal
"Sejak kenaikan BBM ini pendapatan berkurang hampir 10 persen, yang tadinya tercukupi jadi harus pas-pasan," keluhnya.
Sakkirang mengatakan, penurunan harga ikan terjadi karena turunnya permintaan sehingga daya beli ikut turun.
Menurutnya, jika harga ikan disesuaikan dengan kenaikan harga BBM, akan menjadi adil bagi para nelayan.
"Makanya naiknya BBM ini kita menolak betul, karena makin menyulitkan nelayan kecil melaut," tukasnya.
"Kalau andai aja itu ikan harganya disesuaikan sama naiknya harga BBM, nelayan kan jadi merasa adil, pendapatan juga lancar kita rasakan," tuturnya.
Sakkirang mengharapkan Pemerintah agar dapat lebih memperhatikan kondisi nelayan.
"Ini kan memang sudah kebijakan dari Pemerintah, tapi dilihat lah lagi kondisi nelayan ini bagaimana, karena BBM ini merupakan bahan utama dari pekerjaan kita," ucapnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Ilustrasi-kondisi-kapal-para-nelayan-di-Perairan-Manggar-Kota-Balikpapan.jpg)